Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hargan bahan baku jamu tradisional naik 100%

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 November 2011  |  16:29 WIB

 

MALANG: Pelaku usaha jamu tradisional di Kabupaten Malang dipusingkan dengan melambungnya harga bahan baku untuk pembuatan jamu yang rata-rata naik 100%. 
 
Bahkan untuk item tertentu kenaikannya mencapai 800%. Lonjakan harga tersebut seolah tak terbendung dalam beberapa bulan terakhir.
 
Kondisi ini memaksa pelaku sektor mikro tersebut untuk menaikkan harga jual antara Rp500-Rp1.000 per botol. Atau sengaja mengurangi takaran bahan pembuatan jamu kendati resikonya rasa jamu menjadi berkurang.
 
Sutriasih, Ketua Paguyuban Jamu Gendong Kartini Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, mengatakan kenaikan harga untuk bahan baku pembuatan jamu tradisional tersebut terlihat nyata pada kencur dan asem. 
 
"Bahkan khusus untuk kunir kenaikan harganya sudah di atas kewajaran yakni dari semula Rp500 per kg saat ini melonjak menjadi Rp4.000 per kg," katanya hari ini.
 
Dia menambahkan harga kencur naik menjadi Rp24.000-Rp25.000 per kg dari sebelumnya Rp13.000-Rp14.000 per kg. Harga asem yang tidak berbiji naik dari Rp10.000-Rp12.000 per kg menjadi Rp20.000-Rp21.000 per kg. Harga asem yang ada bijinya naik dari Rp7.000-Rp8.000 per kg menjadi Rp14.000-Rp15.000 per kg.
 
"Kondisi tersebut belum ditambah dengan ongkos transportasi. Mengigat untuk mendapatkan bahan baku asem harus membeli di Pasar Induk Gadang (PIG) Kota Malang yang ongkos transportasinya minimal Rp20.000," tutur Sutriasih.
 
Bahan baku untuk kunir dan kencur biasa di dapat pembuat jamu dari sekitar Kromengan dan Sumberpucung Kabupaten Malang. 
 
"Kenaikan harga yang cukup  drastis tersebut membuat  pelaku usaha jamu gendong di Kromengan terpukul," lanjut Ketua Paguyuban Jamu Gendong Kartini Kecamatan Kromengan itu. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi`i

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top