SBY nggak terpaksa atasi perubahan iklim

 
- Bisnis.com 30 September 2011  |  15:49 WIB

 

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan program lingkungan mengatasi dampak perubahan iklim dilakukan atas dasar kesadaran Indonesia bukan program paksaan atau merasa terlanjur berkomitmen kepada masyarakat internasional.
 
Program itu merupakan agenda Indonesia atas dasar kepentingan nasional yang sekaligus berkontribusi bagi kepentingan masyarakat internasional.
 
Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat korrdinasi Dewan Nasional Perubahan Iklim yang dihadiri anggota kabinet Indonesia Bersatu II dan sejumlah pejabat terkait dengan program tersebut di Istana Presiden, hari ini.
 
"Jangan ada istilah terpaksa. Kebijakan kita juga sangat jelas berkaitan dengan perubahan iklim ini. Yang penting mari kita jaga konsistensi atas apa yang kita lakukan dan ke depan harus buat lebih nyata dan lebih banyak lagi," ujarnya kepada peserta rapat koordinasi tersebut.
 
Presiden Yudhoyono menyadari menyadari dalam implementasinya ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan agar program itu bisa mencapai tujuannya.
 
Dia memberi contoh persoalan tantangan berkoordinasi dan sinergi di antara lintas departemen dan lembaga yang mesti diselesaikan agar tidak menghambat pelaksanaan program di lapangan.
 
Kepala Negara mengatakan prinsip pembangunan yang diusung pemerintah adalah mendayagunakan potensi ekonomi nasional, seperti di sektor kehutanan tanpa perlu melakukan perusakan lingkungan.
 
Dalam hal ini, lanjutnya, pemerintah ingin mencapai kesejahteraan bagi masyarakat, mengurangani angka kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan meraih pertumbuhan ekonomi dengan cara yang ramah terhadap lingkungan.
 
"Itu harus kita capai tanpa merusak dan mengabaikan lingkungan ini. Ini kami sebut green development, green economy," ujar Presiden lagi. (ln)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top