AP I rugi Rp5 miliar di Bandara Sultan Hasanuddin

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 September 2011  |  10:39 WIB

 

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l.  Pertamina Regional VII dapat kuota BBM 7%,  Angkasa Pura (AP) I akan rugi Rp5 miliar, Perbankan syariah diminta fokus garap sektor produktif, Petani Berharap Harga Rumput Laut Stabil, Eksportir Minta Izin Ekspor Ikan Napoleon Dibuka, Aset Bank Syariah Melejit, UMKM di KTI Serap Rp 89 Triliun, Parkir Mobil Asrama Haji Rp 50 Ribu, Gubernur Sumbang Rp 130 Juta. 

 
Pertamina Region VII dapat kuota BBM 7%: PT Pertamina Region VII Sulawesi mendapat bagian kuota bahan bakar minyak sebesar 7% dari total tambahan kuota nasional sebesar dua juta kilo liter.
 
General Manager Fuel Retail Marketing Pertamina Region VII Adi Nugroho mengatakan Region VII atau seluruh wilayah Sulawesi mendapat kuota sebanyak 7% dari total kuota tambahan nasional. 
 
"Secara nasional, seluruh region mendapat tambahan kuota dengan jumlah yang cukup proporsional. Begitu juga dengan Region VII," ujarnya kemarin. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)
 
 
Angkasa Pura (AP) I akan rugi Rp5 miliar: PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tahun ini diprediksi mengalami kerugian sekitar Rp5 miliar menyusul penurunan kiner ja keuangan BUMN tersebut.
 
Manager Komersial dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I Budi Riyanto mengatakan kerugian itu timbul karena banyak investasi yang harus dikeluarkan tahun ini,untuk peningkatan pelayanan seperti perbaikan sarana bandara. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)
 
Perbankan syariah diminta fokus garap sektor produktif: Bank Indonesia Makassar meminta perbankan syariah di Sulsel gencar melakukan penyaluran kredit di sector produktif, selain sektor konsumtif yang selama ini terlihat mendominasi.
 
Pemimpin Bank Indonesia (BI) Makassar Lambok Antonius Siahaan mengatakan pihaknya akan mendorong perbankan syariah khususnya di Sulsel untuk menyediakan pembiayaan di bidang pertanian selain perdagangan, agar komposisi penyaluran kredit konsumtif dan produktif dapat seimbang. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)
 
Petani Berharap Harga Rumput Laut Stabil: Petani rumput laut di Sulawesi Selatan berharap harga rumput laut mengalami perbaikan setelah Menteri Kelautan dan perikanan menyatakan akan tetap membuka keran ekspor. 
 
"Kami berharap harga akan kembali seperti semula," kata Ketua Asosiasi Petani dan pengelola Rumput Laut (Aspperli) Sulawesi Selatan Arman Arfah di Makassar kemarin.
 
Sebelumnya, pada juni lalu, Direktur Jenderal Pengilahan dan pemasaran Kementerian Kelautan dan perikanan menyatakan keran ekspor rumput laut ditutup pada awal 2012. Hal itu dilakukan untuk memenuhi bahan baku industry lokal. Sumber: Tempo Makassar)
 
Eksportir Minta Izin Ekspor Ikan Napoleon Dibuka: Asosiasi Eksporitr Perikanan Sulawesi Selatan meminta agar Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan izin ekspor ikan napoleon kepada eksportir. 
 
"Permohonan itu menyusul protes nelayan yang mengatakan ikan napoleon hasil tangkapan mereka tidak bias dipasarkan," kata Ketua Asosiasi Eksportir Perikanan Sulawesi Selatan H.M. Sain Muin kemarin.
 
Menurut Sain, eksportir masih bingung ihwal regulasi pelarangan ekspor ikan napoleon, terutama soal pemberian tanggung jawab perlindungan ikan napoleon, karena izin penangkapan ikan napoleon berada di bawah dinas kehutanan. (Sumber: Tempo Makassar)
 
Aset Bank Syariah Melejit: Prospek perbankan syariah di Sulsel dinilai cukup baik. Itu terlihat dari tren pertumbuhannya yang naik signifikan. 
 
"Aset perbankan syariah per Agustus 2011 tumbuh 56,9 persen dari posisi Rp 1,77 triliun pada Agustus 2011 menjadi Rp 2,78 triliun," ungkap Pemimpin BI Makassar, Lambok Tantonius Siahaan.
 
Menurut dia, peningkatan asset tersebut menempatkan pangsa perbankan syariah terhadap total asset bank umum Sulsel meningkat dari 3,29 persen pada Agustus 2010 menjadi 4,27 agustus 2011. 
 
"Demikian pula pemghimpunan dana tumbuh sebesar 34,13 persen menjadi Rp 1,31 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 982 miliar pada Agustus 2010," jelasnya. (Sumber: Fajar)
 
UMKM di KTI Serap Rp 89 Triliun: Otoritas moneter, Bank Indonesia (BI) mencatat, skala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Timur Indonesia (KTI) telah menyerap kredit senilai Rp 89,17 triliun.
 
Analis Madya BI Makassar, M Amiruddin, dalam sosialisasi website UMKM di sela-sela Celebes Fair 2011 di Trans Studio Mall, kemarin, mengatakan penyerapan tersebut bias lebih ditingkatkan dengan dukungan informasi yang baik.
 
"Saat ini, pangsa pasasr kredit produktif UMKM di KTI mencapai 29,78 persen atau senilai Rp 89,17 triliun,” ungkap Amiruddin yang hadir bersama tim dari BI Makassar terdiri atas Deputi Kepala Bagian Tony Noor, Analis Madya Bank Indonesia (BI) Yufrizal. (Sumber: Fajar)
 
Parkir Mobil Asrama Haji Rp50.000: CV Gallarang Maraja Rio, perusahaan jasa perparkiran milik pengusaha Diza Ali yang juga adik anggota DPR RI, Reza Ali, kembali mengelola jasa perparkiran Asrama Haji Sudiang, Makassar untuk musim haji tahun 2011 atau 1432 H.
 
Ini kali ketiga musim haji perusahaan ini mengelola parker asrama haji setelah tahun 2009/1430 H dan tahun 2010 / 1431 H. CV Gallarang berhasil megalahkan PT Gada Utama Nusantara Utama Securty asal Jakarta yang juga sebelumnya menawarkan jasa perparkiran kepada Badan Pengelola Asrama Haji (BPAH) Sudiang. ( Sumber: Tribun Timur)
 
Gubernur Sumbang Rp 130 Juta: Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melepas 130 Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemprov Sulsel akan berangkat ke Tanah Suci tahun 2011. Pemprov Sulsel memberikan uang saku sebesar satu juta rupiah kepada setiap calon haji tersebut.
 
Selain itu, secara simbolis, Gubernur Syahrul juga menyerahkan bantuan dari Dinas perindustrian dan Perdagangan Sulsel berupa 8.000 paket makanan siap saji, abon ikan untuk jamaah haji Sulsel. (Sumber: Tribun Timur) (sut)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Nur Rahmah

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top