Agus Marto sambut baik rencana reshuffle

JAKARTA : Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menyambut baik rencana presiden merombak kabinet Indonesia Bersatu II.Namun, dia menekankan pentingnya kredibilitas dan profesionalisme dari para calon pembantu presiden untuk menjaga persepsi pelaku
- Bisnis.com 30 September 2011  |  16:13 WIB

JAKARTA : Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menyambut baik rencana presiden merombak kabinet Indonesia Bersatu II.Namun, dia menekankan pentingnya kredibilitas dan profesionalisme dari para calon pembantu presiden untuk menjaga persepsi pelaku ekonomi terhadap pemerintah.“Rencana reshuffle [kabinet] sudah diumumkan jauh hari sebelumnya dan hal itu sedang dilakukan kajian oleh pak presiden dan kantor pak presiden. Menurut saya tidak apa-apa. Tetapi tentu kuncinya adalah nanti kalau pada saat reshuffle itu dilakukan, apakah individu-individu yang nanti akan ditunjuk sebagai tim pembantu presiden itu adalah yang kredibel dan professional di bidangnya,” ujar dia di kantornya.Meski belum jelas, Agus menilai secara umum isu reshuffle kabinet tersebut tidak mengkhawatirkan dan belum mengganggu psikologis para pelaku ekonomi. Menyangkut nasibnya di KIB II, Menkeu mengatakan itu menjadi hak preogratif presiden.“Saya belum ketemu presiden. Kalau isu reshuffle itu kan merupakan hak preogratif presiden. Jadi kalau seandainya mau ada reshuffle, tentu kami akan sambut baik,” katanya.Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan presiden tidak hanya akan merombak kabinet, tetapi juga akan mengganti sejumlah pimpinan BUMN dan lembaga non-pemerintah.Dasar pertimbangannya adalah disiplin dan kinerja para pengelola negara selama ini.“Saat rapat koordinasi (di kantor Menko Prekonomian) jam 07.00, kawan-kawan bisa melihat menteri mana yang rajin, menteri mana yang telat datang. Kawan-kawan bisa melihat [menteri] yang mana yang rapat jam 07.00 datangnya jam 09.00. Yang mana yang datang dan tidak pernah datang,” ujar dia.Ahmad Erani Yustika, Guru Besar Universitas Brawijaya, menekankan pentingnya kapasitas dan kapabilitas dari para calon menteri ekonomi KIB II dalam mengelola perekonomian nasional. Dengan demikian, reshuffle kabinet bukan sekedar mengganti menteri yang tidak mampu kerja, melainkan untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan pemerintah yang salah selama ini.“Agak sulit memisahkan antara ekonomi dan politik dalam hal ini. Yang terpenting, reshuffle ini tidak dipandang sebagai politik sempit, bagi-bagi kekuasaan dan tukar menukar jabatan, tetapi visi politik yang lebih luas yakni kepentingan untuk memajukan bangsa, termasuk perekonomiannya. Itu yang paling utama,” ujar Erani, baru-baru ini.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top