Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahfud 'pasang badan' bela Zainal Arifin

JAKARTA: Mahfud MD Ketua Mahkamah Konstitusi hari ini mendatangi Markas Besar Kepolisian untuk mrnjadi saksi meringankan bagi tersangka penyalahgunaan surat palsu MK Zainal Arifin Husein.Dia menyatakan dirinya mendatangi Mabes Polri bersama kedua rekan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 September 2011  |  16:24 WIB

JAKARTA: Mahfud MD Ketua Mahkamah Konstitusi hari ini mendatangi Markas Besar Kepolisian untuk mrnjadi saksi meringankan bagi tersangka penyalahgunaan surat palsu MK Zainal Arifin Husein.Dia menyatakan dirinya mendatangi Mabes Polri bersama kedua rekan hakim lainnya yaitu Hakim konstitusi Maria Farida dan Hakim Haryono. Ketiganya hadir atas inisiatif pribadi dan bukan karena dipanggil oleh kepolisian."Saya datang kesini bertiga bukan karena dipanggil oleh Polri, tetapi saya datang atas kemauan sendiri untuk menjadi saksi yang meringankan," ujarnya ketika ditemui media di Mabes Polri, Kamis 29 September.Pada pemeriksaan yang berlangsung tidak lebih dari 1 jam tersebut, jelasnya, dia sudah menyampaikan seluruh keterangan yang diperlukan salah satunya mengenai nota dinas yang menyebabkan Zainal Arifin menjadi tersangka. Ketiga hakim tersebut diperiksa secara paralel dalam ruangan yang berbeda-beda.  Perkara bermula ketika MK menemukan surat palsu dalam sengketa pemilihan anggota legislatif DPR daerah pemilihan Sulawesi Selatan I pada 2009. Calon anggota legislatif ini berasal dari Partai Hanura yaitu Dewi Yasin Limpo dan Partai Gerindra Mestrani Habie.Pada surat MK pada 17 Agustus 2009 menyatakan caleg yang sah adalah yang berasal dari Gerinda. Namun KPU menetapkan Dewi Yasin dari Partai Gerindra lah yang merupakan caleg yang sah. KPU menggunakan surat jawaban MK 14 Agustus 2009 yang ternyata diduga palsu.Sebelumnya Panja telah menemukan titik terang dalam mengungkap kasus surat palsu MK yang hampir meloloskan anggota Partai Hati Nurani Rakyat, Dewi Yasin Limpo, sebagai anggota DPR 2009-2014. Andi Nurpati dinilai berperan signifikan, setidaknya dalam komunikasi antara pihak KPU dan MK yang kemudian memunculkan surat palsu tersebut. (Intan Pratiwi/ea) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top