Pusat genjot ekonomi kawasan timur melalui KESR

BALIKPAPAN: Pemerintah pusat menggenjot perkembangan perekonomian nasional di kawasan timur Indonesia melalui kebijakan nasional dalam kerja sama Ekonomi Sub-Regional (KESR) dengan negara tetangga yang tergabung dalam BIMP-EAGA.Deputi Bidang Koordinasi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  19:19 WIB

BALIKPAPAN: Pemerintah pusat menggenjot perkembangan perekonomian nasional di kawasan timur Indonesia melalui kebijakan nasional dalam kerja sama Ekonomi Sub-Regional (KESR) dengan negara tetangga yang tergabung dalam BIMP-EAGA.Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenkopolhukam Nadjib Riphat Kesoema mengatakan BIMP-EAGA (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Phillipines – East ASEAN Growth Area) merupakan kesepakatan menciptakan kawasan sub regional di masing-masing negara.“Intinya bagi Indonesia untuk mempersiapkan langkah menuju ASEAN Community pada 2015,” ujarnya hari ini. Kualitas sumber daya manusia Indonesia, jelas Riphat, perlu ditingkatkan agar tidak kalah bersaing dengan negara tetangga. Bahkan Indonesia sebaiknya harus bisa menjadi pemimpin dalam peningkatan sumber daya manusia agar manusia Indonesia bisa merajai kawasan ASEAN.Demikian halnya dengan kekayaan sumber daya alam yang banyak tersebar di kawasan timur Indonesia. Pemanfaatan secara bijak diharapkan bisa menjadi modal awal untuk mengembangkan potensi daaerah yang selama ini kalah bersaing dengan kawasan barat Indonesia. Riphat mengatakan kerja sama yang ada bisa menjadi solusi bagi masalah yang ada.Kerja sama yang digagas oleh Soeharto dan Fidel Ramos ini, tambah Riphat, merupakan kerja sama yang bersifat saling melengkapi. Oleh karena itu diharapkan masing-masing negara bisa saling mengambil keuntungan untuk mengembangkan wilayahnya masing-masing.Riphat mengakui masalah infrastruktur banyak menjadi kendala bagi banyak daerah di Indonesia terutama di kawasan timur. Melalui program MP3EI yang dicanangkan oleh pemerintah diharapkan bisa menjadi pondasi bagi penyelesaian masalah tersebut secara bertahap.Implementasi utama dari BIMP-EAGA yakni menjadikan kawasan yang sedang tumbuh menjadi sentra makanan, ekopariwisata dan keterhubungan.  Bagi Indonesia, pembentukan sentra pangan akan meningkatkan ketahanan pangan nasional secara mandiri terutama di kawasan timur Indonesia. Dengan memberdayakan wilayah tersebut, suplai bahan pangan tidak lagi banyak bergantung dari Pulau Jawa.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top