Kemenkes gelar aksi simpatik kesehatan jiwa

JAKARTA: Kementerian Kesehatan gelar Aksi Simpatik Kesehatan Jiwa, dengan membagikan seribu tangkai bunga mawar kepada masyarakat pekerja atau pegawai yang melewati gedung Kemenkes di kawasan Rasuna Said, Jakarta.Aksi simpatik pembagian 1000 bunga yang
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 28 September 2011  |  09:39 WIB

JAKARTA: Kementerian Kesehatan gelar Aksi Simpatik Kesehatan Jiwa, dengan membagikan seribu tangkai bunga mawar kepada masyarakat pekerja atau pegawai yang melewati gedung Kemenkes di kawasan Rasuna Said, Jakarta.Aksi simpatik pembagian 1000 bunga yang dilangsungkan tadi pagi tersebut, merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, yang diadakan setiap 10 Oktober. Dalam acara itu juga disebarkan pin dan leaflet, untuk menggugah masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa.    Supriantoro, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes, mengatakan usai aksi sinpatik dilanjutkan dengan acara seminar bertema Hargailah Penderita Gangguan Jiwa.Seminar ini bertujuan untuk menghormati hak-hak orang dengan masalah kejiwaan (OMDK). Dan merupakan seruan untuk mendorong investasi di bidang kesehatan jiwa, yaitu investasi sumber daya manusia dengan mental yang berkualitas."Masalah kesehatan jiwa menimbulkan beban besar terhadap OMDK, keluarga, teman, masyarakat, maupun pemerintah, keluarga dan anak sebagai investasi," ujar Supriantoro hari ini pada seminar yang diadakan di kantor Kemenkes.Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, katanya, menunjukkan angka nasional gangguan jiwa dan mental emosional (kecemasan dan depresi) pada penduduk usia sekitar 15 tahun, adalah 11,6%, atau sekitar 19 juta penduduk. Sedangkan dengan gangguan jiwa berat rata-rata sebesar 0,64% (1 juta) penduduk.Namun, sedikit sekali dari jumlah penderita yang datang ke fasilitas pengobatan. Menurut perhitungan utilisasi layanan kesehatan jiwa ditingkat primer, sekunder, dan tersier, katanya, kesenjangan pengobatan diperkirakan lebih dari 90%.Dari data tersebut, lanjutnya, berarti hanya 10% orang yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa terlayani di fasilitas kesehatan. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top