Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkes lepas petugas kesehatan haji

JAKARTA: Kemenkes besok memberangkatkan sedikitnya 306 petugas kesehatan haji ke Arab Saudi yang akan menempati beberapa fasilitas kesehatan di Tanah Suci.Tim medis petugas kesehatan haji tersebut terdiri atas dokter umum, termasuk dokter spesialis kejiawaan,
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 27 September 2011  |  20:06 WIB

JAKARTA: Kemenkes besok memberangkatkan sedikitnya 306 petugas kesehatan haji ke Arab Saudi yang akan menempati beberapa fasilitas kesehatan di Tanah Suci.Tim medis petugas kesehatan haji tersebut terdiri atas dokter umum, termasuk dokter spesialis kejiawaan, dan perawat."Nanti bersamaan dengan kloter jemaah akan berangkat lagi sebanyak 1.500 dokter dan perawat yang mendampingi jemaah dari Tanah Air sampai ke Tanah Suci, dan kembali lagi ke Indonesia," kata Rata Rosita, Sekjen Kemenkes, hari ini.Ratna mewakili Menkes dalam memberikan wejangan kepada para petugas yang akan berangkat tersebut. Dia menuturkan dalam satu kloter jemaah haji yang berjumlah sekitar 500 orang, ditemani oleh satu orang dokter, dan dua orang perawat.Sebanyak 306 petugas kesehatan yang dilepas hari ini akan mengisi pos-pos (fasilitas) kesehatan di Jeddah, Madinah, dan Mekkah. "Mereka berangkat lebih awal untuk mempersiapkan segala sesuatunya," tambahnya.Taufik Tjahjadi, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, menambahkan penyakit yang lebih banyak diderita jemaah di Saudi selama musim haji adalam radang tenggorokan, diare, tekanan darah tinggi, dan diabetes.Namun, katanya, juga ada yang menderita penyakit kejiwaan, karena stres dan tidak bisa berada di keramaian. "Untuk itu Kemenkes juga melengkapi dokter spesialis kejiwaan dalam rombongan tim kesehatan haji ini," ujar Taufik.Ratna menuturkan pasien yang masih sakit setelah pulang dari ibadah haji ke Indonesia, akan tetap ditanggung dan diobati sampai dua minggu kemudian. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top