Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menag minta masyarakat tak terprovokasi bom solo

JAKARTA: Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan adanya bom bunuh diri di Gereja Kepunton, Solo. 
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 26 September 2011  |  11:35 WIB

JAKARTA: Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan adanya bom bunuh diri di Gereja Kepunton, Solo. 

"Tidak ada agama apapun di dunia ini yang membenarkan peledakan bom untuk mencelakai orang lain tersebut," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di kantornya hari ini.
 
Menurut dia, orang atau kelompok yang melakukan pengeboman itu, adalah orang biadap dan terkutuk. 
 
"Kementerian Agama mengutuk keras aksi bom bunuh diri tersebut. Itu merakan tindakan kekerasan yang pengecut dan tidak terpuji," tegasnya.
 
Dia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terpengaruh dengan isu bom tersebut, yang menyudutkan suatu agama. 
 
"Kembali saya tegaskan, semua agama di dunia ini menentang perbuatan yang mencelakai orang lain seperti itu. Tidak ada tokoh agama di mana pun yang mengajarkat tindak kekerasan seperti itu," lanjutnya.
 
Bom bunuh diri yang meledak di pintu gerbang Gereja Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Pukul 11.00, Minggu kemarin, menewaskan satu orang, dan melukai sejumlah jemaat gereja lainnya.
 
"Saya minta polisi bisa mengusut tuntas pelaku pengeboman ini sampai ke akar-akarnya. Dan pelaku diadili dengan hukuman yang seberat-beratnya. Sebab, tindakan ini tidak menghargai keselamatan dan jiwa orang," ujar Suryadharma.
 
Dia mengatakan Kemenag terus melakakukan penyuluhan deradikalisasi melalui forum agama, dan lainnya, dan sasaran untuk menghilangkang pemahaman radikal. 
 
Bahrul Hayat, Sekjen Kemenag, menambahkan kementeriannya bekerja sama dengan Badan Intelijen dan institusi lainnya mengadakan workshop kepada tokoh-tokoh pesantren untuk mengantisipasi kegiatan yamng radikal, jangan sampai terjadi. 
 
"Juga sebagai langkah preventif, Kemenag mengadakan pendekatan ke pesantren, agar mengembalikan Ponpes ke fungsi semula sebagai tempat pendidikan," katanya. (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top