Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Syukurlah, bayi 8 bulan itu selamat dari bom

Kardiana Dewi Santosa, 24, lemas duduk di ranjang perawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Brayat Minulya, Banjarsari, Solo, Minggu (25/9) pukul 12.30 WIB. Di ranjang samping kanannya, laki-laki muda dengan luka di lengan kanan, tampak sibuk berbincang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 September 2011  |  06:15 WIB

Kardiana Dewi Santosa, 24, lemas duduk di ranjang perawatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Brayat Minulya, Banjarsari, Solo, Minggu (25/9) pukul 12.30 WIB. Di ranjang samping kanannya, laki-laki muda dengan luka di lengan kanan, tampak sibuk berbincang melalui ponsel. Namanya Sony Koesworo, 31, suami Kardiana.Sony dan Kardiana adalah suami-istri jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Jl Arif Rahman Hakim, Tegalharjo, Jebres, yang menjadi korban bom bunuh diri, Minggu sekitar pukul 10.55 WIB.Beruntung luka mereka tak begitu parah. Hanya beberapa serpihan kecil bom rakitan yang menancap di tubuh mereka.Petugas medis RS Brayat Minulya tak kesulitan mengeluarkan serpihan bom dari tubuh Sony dan Kardiana. ”Hanya serpihan kecil benda seperti batu,” ungkap Sony saat ditemui wartawan.Laki-laki yang tinggal di Jl Lampo Batang Barat VI/9 RT 4/RW XX Mojosongo itu menuturkan saat ledakan dirinya hanya berjarak beberapa meter dari pelaku. Namun, posisi Sony membelakangi pelaku sehingga tidak melihat jelas wajah pelaku.”Saat itu ibadah kebaktian sudah selesai. Saya sedang membuat susu untuk anak saya yang berumur 8 bulan. Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras sekali dari arah belakang saya. Tanpa berpikir panjang kami langsung berlari keluar menyelamatkan diri,” imbuhnya.Kendati mengalami gangguan pendengaran dan terkena serpihan kecil, namun Evra, bayi delapan bulan, anak pasangan Sony dan Kardiana selamat. Kondisi berbeda dialami Grace Lilyana, 18, jemaat GBIS Kepunton asal Jl A Yani 27A Gondang, Manahan, Solo. Siswi Kelas XII Jurusan Pariwisata SMK Sahid Solo itu harus didera rasa sakit tak tertahankan saat petugas medis mengeluarkan tiga serpihan lumayan besar dari pundak dan punggung kanannya.Sesekali rintihan dan erangan terdengar dari mulut anak pertama dari lima bersaudara itu. Deviana, 42, sang ibu, memandangi dari jarak lumayan jauh, seolah tak tega melihat anaknya merintih kesakitan. Sapu tangan tak lepas-lepas dari area mulutnya.”Tak ada firasat apapun sebelumnya. Grace berangkat sendiri ke GBIS Kepunton. Kebetulan kami beda gereja. Saya kaget bukan kepalang saat lihat anak saya pulang naik becak dengan luka-luka dan rambut acak-acakan bekas terbakar,” urainya.Tanpa menunggu lama Deviana langsung membawa anaknya periksa ke RS Brayat Minulya. Kepada wartawan dia berharap polisi segera menangkap jaringan atau otak di belakang aksi bom.Pemandangan lebih miris terjadi di IGD RS dr Oen Kandangsapi, Solo. Sedikitnya 24 korban bom bunuh diri menjalani perawatan di RS itu. Sebanyak 14 korban di antaranya rawat inap lantaran terkena serpihan bom. Sebagian korban harus menjalani operasi karena serpihan bom menembus hingga bagian dalam tubuh.Serpihan yang masuk tubuh para korban di antaranya paku sepanjang 4 cm, mur dan baut yang menjadi isi bom rakitan pelaku. ”Satu kritis karena mur sampai masuk ke bagian otak. Jenis kelamin korban perempuan,” tegas anggota tim medis RS dr Oen Solo, William Tanoyo sebagai Manajer Penunjang Umum dan Rudi Suryo Handoyo selaku Kepala Pelayanan UGD.Hingga Minggu malam, jumlah korban yang dirawat mencapai 28 orang yaitu satu orang dirawat di klinik, tiga orang di RS Brayat Minulya, 24 orang dirawat di Rumah Sakit dr Oen. ”Perlu diketahui korban meninggal dunia hanya satu orang yakni pelaku bom bunuh diri,” tegas Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Supriyanto, dalam jumpa pers di RS dr Oen, Minggu malam.Ditambahkan Supriyanto, dari jumlah data korban yang masih dirawat, sebanyak tujuh korban sudah menjalani operasi. Korban terparah menimpa dua orang yakni Defiana, 18, yang terkena ledakan di bagian otak dan Febriana Puspadewi, 44, terkena serpihan bahan ledakan di bagian rongga perut hingga menembus kantung kencing atau kemih. (JIBI/FAA)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Kurniawan & Muhammad Khamdi

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top