Broker berharap dipakai perusahaan asuransi jiwa

BOGOR: Perusahaan broker asuransi berharap dapat mengembangkan bisnis dengan masuk ke pangsa pasar asuransi jiwa.Joko Purwanto, Ketua II Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia, mengatakan broker asuransi saat ini lebih banyak menggarap pangsa
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 25 September 2011  |  17:27 WIB

BOGOR: Perusahaan broker asuransi berharap dapat mengembangkan bisnis dengan masuk ke pangsa pasar asuransi jiwa.Joko Purwanto, Ketua II Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia, mengatakan broker asuransi saat ini lebih banyak menggarap pangsa pasar asuransi umum (general insurance).Dia mengatakan saat ini memang sudah ada beberapa broker asuransi yang mencoba masuk ke pangsa pasar asuransi jiwa (life insurance).Akan tetapi, jumlahnya masih sangat sedikit karena sampai dengan saat ini perusahaan asuransi jiwa lebih memilih menggunakan agen sebagai jalur distribusi produk asuransi.“Memang sudah ada beberapa broker yang masuk ke life [life insurance], tapi perusahaan asuransi jiwa lebih suka pake agen, belum buka untuk broker. Ini yang sedang kami usahakan,” ujarnya, pekan lalu.Dia mengatakan potensi pasar untuk bisnis broker sebetulnya masih cukup besar. Menurut dia, akan lebih efektif jika broker menangani perusahaan yang memiliki resiko kompleks. “Memang dari sisi kuantitas sedikit, tetapi nilai bisnisnya besar,” ujarnya.Thosin Setiagunawan, Ketua I Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia, mengatakan broker tidak dapat sembarangan masuk ke pasar asuransi jiwa. Untuk menggarap pasar tersebut, lanjutnya, broker harus mempunyai izin khusus.“Ini hanya salah satu tantangan dalam mengembangkan bisnis broker asuransi,” ujarnya.Dia mengatakan pangsa pasar broker masih terbuka luas. Broker, lanjutnya, tidak hanya dapat menggarap segmen pasar korporasi, tetapi juga ritel seperti keluarga dan perorangan.Untuk itu, broker juga perlu berperan mengedukasi dan meningkatkan kesadaran setiap kelompok tersebut terhadap keperluan perlindungan asuransi.“Misalnya di dalam satu keluarga, tidak hanya diperlukan proteksi terhadap kesehatan setiap anggota keluarga, tetapi juga proteksi lain seperti properti, kebakaran, dan lain-lain. Di situ broker berperan sebagai konsultan juga,” katanya.Menurut dia, tantangan terbesar dalam mengembangkan bisnis broker justru dapat datang dari broker itu sendiri. Dia mengatakan syarat utama menjadi broker yaitu harus mempunyai pengetahuan pasar, teknikal aspek, network, reinsurance, dan integritas yang baik.Masing-masing perusahaan broker, lanjutnya, memiliki segmen khusus untuk menyasar pangsa pasar kelas atas, menengah, atau bawah.“Jadi perusahaan broker harus tahu dengan tepat di mana posisinya berada, apakah di segmen atas, menengah, atau bawah. Kadang-kadang asal masuk saja, tidak memiliki keahlian di situ, tetapi memaksakan,” ujarnya.Henry Wono Wong, Direktur PT Dritama Brokerindo, mengatakan perusahaan broker sedang bernegosiasi dengan perusahaan asuransi jiwa agar dapat berbisnis di sektor tersebut.Menurut dia, kapasitas bisnis akan meningkat pesat jika perusahaan broker dapat masuk ke pangsa pasar asuransi jiwa. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top