Utilisasi lahan Kota Baru Parahyangan baru 20%

BANDUNG: Tingkat utilisasi lahan Kota Baru Parahyangan di Padalarang Kab. Bandung Barat hingga saat ini mencapai 250 ha atau 20% dari total lahan garapan proyek seluas 1.250 ha.Dirut PT Belaputera Intiland Sanusi Tanawi menyatakan optimistis seluruh
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 September 2011  |  15:45 WIB

BANDUNG: Tingkat utilisasi lahan Kota Baru Parahyangan di Padalarang Kab. Bandung Barat hingga saat ini mencapai 250 ha atau 20% dari total lahan garapan proyek seluas 1.250 ha.Dirut PT Belaputera Intiland Sanusi Tanawi menyatakan optimistis seluruh area garapan proyek akan rampung selama 20 tahun ke depan."Masa penggarapan proyek kami berjalan sepanjang 30 tahun. Kami telah menggarapnya sejak sepuluh tahun ke belakang  sehingga masih ada waktu sekitar 20 tahun untuk menggarap seluruh lahan," katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.Dia mengatakan untuk keperluan investasi, perusahaan telah mengucurkan dana sekitar Rp1,3 triliun. Dana itu untuk keperluan pembebasan lahan Rp500 miliar dan untuk pembangunan properti Rp800 miliar.Saat ini, ujarnya, bangunan properti yang sudah berdiri mencapai 2.500 unit dari berbagai ukuran dan tipe, sebanyak 2.000 unit di antaranya sudah diisi penghuni. Sedangkan lahan berupa kavling yang sudah dibeli konsumen sebanyak 500 bidang.Manajer Pemasaran Kota Baru Parahyangan Raymond Hadipranoto mengatakan grafik penjualan properti Kota Baru Parahyangan menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada 2010, katanya, sebanyak 500 unit properti laku terjual."Itu merupakan angka penjualan tertinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami yakin pada tahun-tahun mendatang penjualan akan tinggi juga mengingat kondisi perekonomian yang relatif stabil di dalam negeri," katanya.Seiring dengan pengembangan unit properti untuk kebutuhan penjualan, perusahaan juga telah menyediakan berbagai fasilitas umum dan sosial untuk melengkapi komplek properti terbesar di Bandung Barat itu.(k45/tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yanto Rachmat Iskandar

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top