Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siapa pemilik emas terbesar di dunia?

JAKARTA: Di tengah fluktuasi harga emas yang telah naik hingga menembus rekor US$1.923 per ounce bulan ini, siapa sebenarnya pemilik emas terbanyak di dunia?  Berikut rangkumannya.Dewan Emas Dunia mengeluarkan data terbaru komposisi kepemilikan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 September 2011  |  11:20 WIB

JAKARTA: Di tengah fluktuasi harga emas yang telah naik hingga menembus rekor US$1.923 per ounce bulan ini, siapa sebenarnya pemilik emas terbanyak di dunia?  Berikut rangkumannya.Dewan Emas Dunia mengeluarkan data terbaru komposisi kepemilikan emas oleh bank sentral di dunia pada 16 September lalu, tanpa banyak terjadi perubahan kecuali rasio logam mulia terhadap nilai devisa.Kenaikan rasio tersebut karena harga emas yang terus naik. Pada laporan bulan ini, dewan emas menggunakan patokan harga yang terbentuk di akhir Juli yakni US$1.628,50 per troy ounce. Sementara dalam rilis Agustus mereka menggunakan referensi harga yang terbentuk di akhir Juni US1.505,50. Data yang keluar bulan ini merupakan komposisi kepemilikan pada Juli 2011.Kenaikan harga itu secara otomatis menaikkan rasio kepemilikan logam mulia terhadap devisa negara bersangkutan. Rasio tertinggi dimilik Portugal dan Yunani yang masing-masing cadangan emasnya menjadi 88,2% dan 80,2% dari nilai cadangan devisa negara bersangkutan.Portugal tercatat memiliki cadangan 382,5 ton emas pada bank sentral, sementara Yunani menyimpan 111,5 ton. Masing-masing berada di urutan 14 dan 31. Lalu, siapa sajakah pemilik emas di urutan papan atas dunia?Komposisi 10 pemilik cadangan emas terbesar tidak berubah, bahkan hanya Rusia yang menambah cadangan emasnya 4,4 ton menjadi 841,1 ton pada Juli dibanding bulan sebelumnya.Amerika Serikat masih menjadi jawara kepemilikan logam mulia ini dengan 8.133,5 ton emas atau setara dengan 75,4% dari nilai devisanya. Rasio terhadap cadangan devisa itu naik dari bulan sebelumnya yang setara 74,2%.Tempat kedua adalah Jerman dengan 3.401,0 ton atau setara 72,7% dari cadangan devisanya. Rasio itu naik dari 71,4%. Ketiga adalah IMF dengan 2.814,0 ton, dan keempat ditempati negara yang peringkat utangnya baru saja diturunkan, Italia, dengan 2.451,8 ton emas atau setara 72,4% cadangan devisa pada Juli.Kelima ditempati Perancis dengan 2.435,4 ton emas setara dengan 68,2% (66,2%) cadangan devisanya. China, salah satu negara yang tengah ekspansif memburu logam mulia untuk mendiversifikasi devisanya, menyimpan 1.054,1 ton atau setara 1,6% dari cadangan devisa. Rasio tersebut tidak berubah dari bulan sebelumnya.Switzerland menempati posisi tujuh dengan cadangan 1.040,1 ton emas yang setara 17,3%. Rasio terhadap devisa tersebut justru turun dari bulan sebelumnya 17,8% sekalipun jumlah emas tetap, artinya cadangan devisa negara tersebut naik.Rusia memiliki 841,1 ton emas, naik 4,4 ton dari posisi Juni. Jumlah emas itu setara 8,2% cadangan devisanya, naik dari 7,7% pada Juni.Posisi sembilan dan sepuluh masing-masing ditempati Jepang (765,2 ton) dan Belanda (612,5 ton). Rasio emas terhadap devisa masing-masing adalah 3,5% dan 60,8% pada Juli.Sementara itu Indonesia menempati urutan 38 dengan jumlah emas di bank sentral 73,1 ton atau setara 3% dari cadangan devisa. Posisi Indonesia di bawah sesama negara Asean lain, Filipina di urutan 23 (158,0 ton), Thailand pada urutan 25 dengan 127,5 ton, dan Singapura 26 (127,4 ton). (faa)

>> BACA JUGA:

* Ini dia REKSADANA baru

* Ada Apa dengan BUMI RESOURCES?

* KANTONG MATA SBY: Presiden Sehat-sehat Saja

* Daftar 38 calon Komisioner OJK yang lolos uji kapabilitas

* ANGELINA SONDAKH, merek SEMPURNA!

 

*) Untuk membaca berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari Bisnis Indonesia, silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Taufikul Basari

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top