Ribuan sawah di Nganjuk puso

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 September 2011  |  15:12 WIB

 

NGANJUK: Sekitar 3.800 hektare lahan pertanian di Nganjuk, Jawa Timur yang ditanami komoditas padi mengalami puso atau gagal panen akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
 
Bupati Kabupaten Nganjuk Taufiqurrahman menegaskan pihaknya telah mencatat ada sekitar 3.800 Ha mengalami kondisi gagal panen.
 
“Kondisi ini tengah diantisipasi karena akan berpengaruh terhadap produksi padi di wilayahnya. Luasan lahan yang mengalami puso itu masih sekitar 10% dari total lahan tanaman padi di Nganjuk mencapai 142.000 ha,” kata hari ini.
 
Langkah antisipasi itu, kata dia, telah dilakukan melalui proses berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar tingkat produksi padi di wilayahnya dapat dipertahankan.
 
“Rata-rata produksi panen padi di Nganjuk mencapai kisaran 6,3-72 ton per ha dengan langkah antisipasi maka diharapkan tidak
 mengganggu proses produktifitas padi diwilayahnya meski ada yang gagal panen,” ujarnya.
 
Kejadian gagal panen itu, tegas dia, kini telah mendapat perhatian dengan adanya adanya bantuan ganti rugi dari pemerintah pusat yang diterima petani yang lahannya gagal panen.
 
“Bantuan yang diterima sebesar Rp3,7 juta per ha dengan ditambah bantuan beras bagi petani yang mengalami gagal panen. Bantuan itu kini akan segera diberikan,” ujarnya.
 
Taufiq menerangkan kini pihaknya tengah mengupayakan untuk membangun sejumlah waduk kecil di sejumlah kecamatan agar peristiwa kekeringan yang dialami kini bisa dicegah.
 
“Ada program pengadaan embung atau waduk kecil di beberapa kecamatan agar bisa mencegah kejadian puso." (arh)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yuristiarso Hidayat

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top