RI terpilih sebagai percontohan sanitasi

JAKARTA: Indonesia selenggarakan Regional Learning Exchange Workshop on Rural Sanitation Regional Lear, yang diikuti oleh 65 ahli sanitasi dari 7 negara.Workshop sanitasi yang berlangsung di Solo tersebut, kata Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 24 September 2011  |  11:31 WIB

JAKARTA: Indonesia selenggarakan Regional Learning Exchange Workshop on Rural Sanitation Regional Lear, yang diikuti oleh 65 ahli sanitasi dari 7 negara.Workshop sanitasi yang berlangsung di Solo tersebut, kata Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, dianggap penting, dan cukup membanggakan karena Indonesia dipilih menjadi tempat studi banding mereka.“Indonesia dijadikan tempat studi banding, a.l. karena cukup baiknya proyek sanitasi pedesaan di negara kita, sehingga negara lain ingin ikut melihatnya,” kata Tjandra lewat pesan singkatnya kepada Bisnis ini hari ini.  Tjandra yang baru saja mendarat di Cengkareng dari New York, AS, usai menghadiri pertemuan bidang kesehatan di PBB, dan langsung terbang ke Solo dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng itu, mengatakan sanitasi pedesaan rural sanitation, merupakan upaya promosi dan prevensi amat penting dalam kesehatan masyarakat. “Keberhasilan sanitasi pedesaan akan berdampak utama dalam pencapaian MDG-7,” ujarnya.Menurut dia, pertukaran pengalaman antar negara yang ikut dalam pelatihan ini amat baik, untuk sama-sama belajar dalam meningkat hasil kerja di bidang tersebut.Dia menuturkan bahwa pemerintah Indonesia berbesar hati karena dipilih menjadi tuan rumah acara ini, dimana para peserta berbagai negara melihat keberhasilan program sanitasi pedesaan. Mereka melakukan kunjungan lapangan ke lima kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Ada tiga dasar utama program sanitasi pedesaan, katanya. Yaitu adanya regulasi, Rencana Strategi Nasional 2010 - 2014, yang targetnya adalah 20.000 desa pada tahun itu akan tercakup Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Ada Inpres 3/2010, SK Menkes RI tentang pelaksanaan STBM.Selain itu pendekatan ke daerah (provinsi & Kab/kota), dengan advokasi, sosialisasi, dan capacity building. Sampai saat ini sudah ada sekitar 265 kab/kota yang ikut program STBM.Selanjutnya adalah pemberdayaan masyarakat, dengan pembentukan fasilitator, biasanya berupa sanitarian puskesmas, penentuan tokoh masyarakat yang berminat di bidang STBM.Sejauh ini sudah ada 11.000 desa yang ikut program STBM.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top