Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuasi reorganisasi Garuda diundur menjadi tahun depan

JAKARTA: Pelaksanaan kuasi reorganisasi PT Garuda Indonesia Tbk akan diundur pada tahun depan untuk menekan efisiensi biaya.Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan perseroan akan menggunakan laporan keuangan teraudit akhir 2011
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 23 September 2011  |  17:51 WIB

JAKARTA: Pelaksanaan kuasi reorganisasi PT Garuda Indonesia Tbk akan diundur pada tahun depan untuk menekan efisiensi biaya.Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan perseroan akan menggunakan laporan keuangan teraudit akhir 2011 untuk melakukan kuasi reorganisasi.Pada awalnya, perseroan berencana hal itu dapat bisa dilakukan pada tahun ini. Adapun kuasi reorganisasi itu dilakukan untuk menghapus rugi akumulasi perseroan sebesar Rp6,83 triliun "Kuasi reorganisasi masih diproses, awalnya ingin tahun ini. Tapi kan ada beberapa hal yang harus dilakukan salah satunya audit laporan keuangan. Kami memutuskan memakai buku full audit akhir tahun ini, agar sekaligus, tidak perlu melakukan full audit dua kali. Jadi kami bisa mengurangi cost untuk itu [audit]," ujarnya, Jumat 23 September. Proses audit laporan keuangan itu diperkirakan membutuhkan waktu selama 3 bulan. Rencana kuasi reorganisasi akan kembali diajukan untuk dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada April 2011. Dengan dilaksanakan kuasi reorganisasi pada tahun depan, Elisa mengatakan perseroan baru akan membagikan dividen pada 2013, jika laporan keuangan perseroan pada tahun depan mencatatkan laba bersih."Full audit itu perlu waktu sekitar 3 bulan. April kami baru lakukan RUPS untuk pengesahan laporan keuangan audit 2011 sekaligus akan membahas lagi soal kuasi reorganisasi, meminta persetujuan dari pemegang saham," ungkapnya.Pada perdagangan kemarin, harga emiten berkode GIAA ditutup menguat 2,15% ke level Rp475 dan menjadikannya berkapitalisasi pasar Rp10,75 triliun. (ea) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top