Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim hujan tahun ini lebih panjang

JAKARTA: Curah hujan akan turun lebih banyak di wilayah Indonesia selama musim penghujan tahun ini hingga April 2012, kutip analisis terbaru dari jaringan buoy RAMA (Research Moored Array for African-Asian-Australian Monsoon Analysis and Prediction).Jaringan
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 22 September 2011  |  20:54 WIB

JAKARTA: Curah hujan akan turun lebih banyak di wilayah Indonesia selama musim penghujan tahun ini hingga April 2012, kutip analisis terbaru dari jaringan buoy RAMA (Research Moored Array for African-Asian-Australian Monsoon Analysis and Prediction).Jaringan yang berlokasi di Samudra Hindia dan TAO di Samudra Pasifik itu menunjukkan bahwa 2011 akan mengalami musim penghujan cukup panjang, atau musim La-Nina hampir serupa dengan musim hujan 2010."Secara statistik probabilitas musim hujan di atas normal pada akhir 2011-awal 2012, adalah sekitar 70%," kata Michael McPhaden, peneliti senior dari Pasific Marine and Environmental Laboratory (PMEL) National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), hari ini dalam ceramah umum mengenai prakiraan cuaca di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta.Menurut dia, korelasi perubahan temperatur, densitas, dalinitas, dan beberapa parameter di kolom air lautan, dapat menjadi pertanda perubahan iklim, dan indikasi El-Nino/La-Nina dalam beberapa bulan ke depan.Ridwan Djamaluddin, Deputi Bidang Teknologi dan Sumber Daya Alam BPPT, menuturkan Indonesia bekerjasama dengan NOAA, dan ikut berperan aktif dalam Global Ocean Observing System (GOOS) di kawasan Samudra Hindia.Kerja sama sejak 2006 itu, katanya,  a.l. meliputi pemasangan jaringan buoy-buoy ocean-klimatologi yang diberi nama RAMA. Sejak 2007 Indonesia telah memasang dan melakukan perawatan tahunan sebanyak 6 RAMA buoys, menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya di Samudra Hindia, sekitar ekuator dari 12 derajat Lintang Selatan hingga 8 derajat Lintang Utara.Sementara negara di kawasan Samudra Hindia seperti India dan Sri Lanka, Maldives, dan lainnya, ujar Ridwan, juga berkontribusi pada pemasangan dan perawatan jaringan RAMA buoys lainnya. "Sejauh ini sudah terpasang sebanyak 30 buoy dari rencana 46 RAMA buoys di Samudra Hindia."Data-data yang diperoleh dari puluhan buoy tersebut diterima secara near real time di PMEL Seatle, NDBC Mississippi AS, dan BPPT untuk selanjutnya dilakukan pengolahan dan analisa," ujar Ridwan.Dia menambahkan data tersebut selanjutnya digunakan untu menganalisa korelasi lautan-atmosfer. Peran data lautan dalam mengantisipasi perubahan iklim regional dan global, global warming, serta prediksi El-Nino (musim kering) dan La-Nina (musim basah/penghujan). (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top