Tosan Permai bangun budget hotel dan pusat grosir

JAKARTA: PT Tosan Permai Lestari akan membangun pusat grosir moderen  dan hotel ekonomis di Makassar, Sulawesi Selatan terkait dengan besarnya pangsa pasar di wilayah tersebut.Rencananya, kedua bangunan itu masing-masing diproyeksikan selesai pada
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 22 September 2011  |  11:26 WIB

JAKARTA: PT Tosan Permai Lestari akan membangun pusat grosir moderen  dan hotel ekonomis di Makassar, Sulawesi Selatan terkait dengan besarnya pangsa pasar di wilayah tersebut.Rencananya, kedua bangunan itu masing-masing diproyeksikan selesai pada akhir 2012 dan pertengahan 2013.Hanson Basri, dari divisi business development PT Tosan, mengatakan pusat grosir itu akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas moderen seperti kios grosir yang berstatus, sistem pemadam kebakaran otomatis dan CCTV selama 24 jam.Menurut dia, pusat grosir  berlantai empat itu terletak di jalan HOS. Cokroaminoto dan tembus sampai Jalan Nusakambangan, Makassar. Masing-masing diberi nama Pusat Grosir Moderen Karebosi dan Karebosi Hotel.“Pusat grosir akan lebih cepat pembangunannya, kemungkinan pada akhir 2012. Konsumen juga sudah banyak yang memesan unit kios-kios di sana,” ujar Hanson kepada Bisnis di Jakarta, di sela-sela pelatihan tentang properti kemarin.Dia mengungkapkan pihaknya menginginkan ada keunikan yang dimiliki pusat grosir ini dibandingkan dengan tempat lainnya, misalnya menjual pakaian-pakaian dari Korea.Hanson mengungkapkan hal itu untuk menyiasati telah banyaknya penjual yang memasarkan busana muslim di wilayah tersebut. Menurut Hanson, pihaknya tertarik dengan konsep yang diusung oleh Thamrin City di mana pusat belanja itu menggandeng pengusaha batik dengan bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah penghasil batik.Thamrin City menghadirkan batik dari daerah-daerah di Indonesia, seperti Pekalongan, Batang, Yogyakarta, Bantul, Tasik, Solo, Cirebon, Lasem, Pamekasan, Sampang, Sukoharjo, Semarang, serta Jambi.Sementara untuk hotel ekonomis (budget hotel), dia mengungkapkan, sekarang hotel jenis ini menjadi  tren oleh pengembang. Hanson menuturkan investasi yang dikucurkan untuk pembangunan Karebosi Hotel mencapai sekitar Rp100 miliar. “Investasinya sekitar Rp100 miliar untuk hotel yang memiliki 18 lantai. Ini terdiri dari 188 kamar standar dan sepuluh suite room yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang namun harga ekonomis,” ujarnya.Dia memaparkan hotel tersebut akan dibangun di area bekas Balai Kesehatan Gigi di jalan Jenderal M.Yusuf, Makassar. Selain itu, Hanson menuturkan terdapat fasilitas kolam renang di lantai 16 dengan pemandangan menghadap laut serta Sky Garden di lantai 18 untuk melihat pemandangan kota tersebut.“Walaupun kamar yang kami miliki minimalis, tapi fasilitas yang digunakan adalah berkelas. Hotel ekonomis kini menjadi tren, dan pembangunan hotel mewah tidak lagi mengarah ke sana,” ujarnya.Perubahan tren itu memang tengah terjadi. Setidaknya operator hotel terkemuka Accor memasuki segmen bisnis baru dengan mencanangkan brand hotel ekonomis melalui brand ibis, ibis styles dan ibis budget terkaitdengan perluasan pasar serta memenuhi kebutuhan konsumen.Denis Hennequin, Chairman and Chief Executive Officer Accor, mengatakan pihaknya telah mengamati perubahan gaya hidup dan metode konsumsi secara terus menerus. Hal inilah, sambungnya, yang menjadi titik awal Accor menerjemahkan brand ekonomisnya.“Harapan konsumen telah berubah secara signifikan. Segmentasi yang lurus vertikal antara brand ekonomis hingga brand hotel mewah merupakan hal dari masa lalu. Saat ini, seluruh brand harus dapat memproyeksikan citra dari brand itu sendiri kepada para konsumen sekaligus menawarkan layanan modern, kontemporer dan menarik,” ujarnya. (mmh) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top