Mau jadi saksi, Anas diapresiasi

JAKARTA: Sejumlah kalangan mengapresiasi keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum untuk memberikan keterangan sebagai saksi di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini.Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional, Teguh Juwarno
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 22 September 2011  |  13:39 WIB

JAKARTA: Sejumlah kalangan mengapresiasi keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum untuk memberikan keterangan sebagai saksi di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini.Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional, Teguh Juwarno mengatakan langkah yang diambil Anas tersebut perlu diapresiasi karena tidak sedikit politisi yang akan melakukan apapun untuk menghindari pemeriksaan hukum. Bahkan, menurut dia, tidak jarang pula pemeriksaan pejabat senior akan mengundang kontroversi dan kemarahan anggota partai."Sebagai Ketua umum Parpol terbesar, pemenang pemilu. Komitmennya untuk taat pada proses hukum harus diapresiasi," ujar Teguh kepada wartawan di Gedung DPR hari ini. Anas hadir di Gedung Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) sekitar pukul 10.00 WIB tanpa ditemani anggota fraksi Partai Demokrat maupun penasihat hukumnya.Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan sebagai ketua umum partai tebesar di pemilu 2009, sudah seharusnya Anas Urbaningrum menunjukkan leadership dan kepemimpinannya.Menurut dia, kalau memang tak bersalah Anas harus berani menghadapi permintaan bersaksi di KPK dan menerangkan dengan bukti sehingga bisa menepis klaim-klaim yang disampaikan Muhammad Nazaruddin. "Kedatangan dia di KPK sangat positif. Ini merupakan pembelajaran reformasi parpol, bahwa ketua umum parpol memberi contoh pembelajaran dalam hal partisipasi serta public accountability," kata Siti saat dimintai pendapatnya.Kedatangan Anas jelas menunjukkan bahwa seorang ketua umum partai tetap harus menghargai hukum, ujar Siti. "Tak ada yg immun alias kebal hukum. Menurut saya apa yang dia lakukan cukuip elegan dan gentle. Dia memang harus menonjolkan leadership yang elegan," ujarnya.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top