Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Motivasi utama reshuffle pengumpulan dana'

JAKARTA: Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengatakan pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan partainya menjelang perombakan kabinet sudah tidak penting lagi karena motivasi utama reshuffle untuk pengumpulan dana menjelang Pemilu
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 22 September 2011  |  14:36 WIB

JAKARTA: Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengatakan pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan partainya menjelang perombakan kabinet sudah tidak penting lagi karena motivasi utama reshuffle untuk pengumpulan dana menjelang Pemilu 2014.Anis mengatakan meski Presiden SBY telah melakukan pertemuan dengan salah satu pimpinan parpol peserta koalisi lainnya, namun PKS menilai pertemuan itu tidak penting."Kami menangkap gelagat targetnya [reshuffle] fund rising, bukan perbaikan kinerja. [Pertemuan] itu urusan presiden. Itu tidak penting bagi PKS," ujar Anis ketika ditemui di depan ruang  kerjanya di Gedung DPR hari ini.Menurut Anis, reshuffle seharusnya berbasis kinerja agar kabinet makin membaik. Anis menilai SBY merupakan presiden yang paling sering melakukan reshuffle di antara presiden yang ada.Namun kinerja kabinet tetap saja tidak membaik dengan melakukan reshuffle itu.Dia meminta wartawan untuk mencermati susunan menteri yang diisukan akan diganti. Mereka yang akan diganti merupakan menteri yang menduduki posisi 'basah'."Kalau Anda lihat susunan  menteri yang akan diganti, ini tidak ada urusannya dengan menteri yang bermasalah. Tidak ada urusannya dengan kinerja karena yang mau diganti yang di tempat-tempat 'basah' semua," ujarnya.Anis kembali menegaskan motivasi utama reshuffle adalah pengumpulan dana menjelang Pemilu 2014. Sebelumnya dia juga pernah melontarkan pendapat bahwa isu reshuffle lebih berorientasi kepada pengaturan logistik Pilpres 2014. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top