Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Reshuffle, SBY tak usah hiraukan ocehan parpol soal Century

JAKARTA: Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya tidak berkompromi dengan parpol anggota koalisi dan mengaitkannya dengan kasus Bank Century dalam melakukan reshuffle kabinet."Saya termasuk yang melihat
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 22 September 2011  |  13:26 WIB

JAKARTA: Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya tidak berkompromi dengan parpol anggota koalisi dan mengaitkannya dengan kasus Bank Century dalam melakukan reshuffle kabinet."Saya termasuk yang melihat ada dorongan begitu. Makanya saya berulangkali mengatakan dalam mereshuffle tidak usah mendengar ocehan partai-partai termasuk masalah kasus Bank Century,"ujar Wakil Ketua DPR, Pramono Anung.Pramono melihat ada kecenderungan parpol tertentu mamainkan isu skandal Bank Century sebagai daya tawar dalam melakukan reshuffle. Menurut politisi PDIP itu SBY juga tidak perlu menggubris berbagai gerakan politik parpol koalisi, namun bertindak tegas kalau memang sudah saatnya reshuffle dilakukan."Pak SBY sudah tidak mau maju lagi. Nggak perlu jaga citra. Yang penting mengakhiri pemerintahan dengan sangat baik. Orang lebih mengenal Pak SBY sebagai tokoh demokrasi," ujarnya.Menurut Pramono, pertimbangan reshuffel harusnya berbasikan kinerja sebagaimana yang diharapkan masyarakat. “SBY bisa diprotes masyarakat jika dalam mengambil kebijakan menggunakan pertimbangan politis. Apalagi jika para menteri tidak menunjukkan peningkatan kinerja,” katanya.Kalau SBY menggunakan pertimbangan politisdan mengakomodasi kekuatan yang adamaka tidak ada jaminan mereka tidak ‘selingkuh’seperti kasus Mafia Pajakdan dalam penentuan pendapat di DPR mengani kasus Bank Century.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top