Pembangunan Bali Internasional Park tunggu izin pemkab

 
Matroji
Matroji - Bisnis.com 14 September 2011  |  17:57 WIB

 

DENPASAR: Pembangunan Bali International Park yang akan difungsikan sebagai tempat konferensi tingkat tinggi Asia Pacific Economic Cooperation 2013 diduga terganjal izin dari Pemerintah Kabupaten Badung.
 
PT Jimbaran Hijau, perusahaan pengembang yang akan membangun konstruksi tersebut,  hingga kini masih menunggu penerbitan izin tersebut.
 
Humas PT Jimbaran Hijau Indrajaya mengatakan Bali International Park (BIP) akan dibangun di tanah seluas 250 hektare di Jimbaran, Kabupaten Badung. 
 
“Izin dari Presiden, Kementerian kebudayaan dan Pariwisata serta pemerintah provinsi sudah kami pegang,” katanya kepada Bisnis, hari ini.
 
Megaproyek BIP ini, lanjut dia, sudah sesuai dengan Keputusan Presiden No.29/2010 yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No.KM.6/UM.001/MKP/2011 tanggal 11 Januari 2011 tentang pembangunan BIP sebagai lokasi pelaksanaan APEC Summit 2013. 
 
“Serta Persetujuan Pengalihan Hak Atas Tanah PT Citratama Selaras kepada PT Jimbaran Hijau yang diterbitkan Gubernur Bali.”
 
Pada kawasan  untuk kepentingan APEC yang akan diselenggarakan akhir 2013, kata dia, harus sudah terbangun sebanyak 23 rumah kepala negara, convention hall/gedung pertemuan berkapasitas 10.000 audience serta 200 kondotel. 
 
“Waktunya sangat mendesak. Padahal, kapasitas bangun di Provinsi Bali sangat rendah, seluruh suplai bahan baku harus didatangkan dari Jawa.” 
 
Bali International Park rencanaya akan dibangun di kawasan Jimbaran, Badung dengan estimasi biaya sebesar US$280 juta. 
 
Pada luasan tanah sedikitnya 284 hektare yang tercatat milik PT Citratama Selaras sejak 1994, pengembang PT Jimbaran Hijau akan membangun tempat untuk pertemuan 21 negara. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top