Tarif bus Kopaja AC akan disurvei

JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mensurvei besaran tarif yang layak untuk bus Kopaja AC agar tidak memberatkan konsumen dan merugikan pengusaha angkutan umum masal tersebut.Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan armada
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 12 September 2011  |  16:10 WIB

JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mensurvei besaran tarif yang layak untuk bus Kopaja AC agar tidak memberatkan konsumen dan merugikan pengusaha angkutan umum masal tersebut.Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan armada bus Kopaja AC S-13 jurusan Ragunan-Grogol diharapkan tetap beroperasi dengan tarif sesuai ketentuan untuk jenis bus sedang Rp2.000 per orang.“Kami harapkan bus Kopaja AC tetap beroperasi karena penyesuaian tarifnya yang diusulkan operator harus terlebih dahulu dilakukan survei pasar,” katanya di Jakarta hari ini.Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) telah mengoperasikan 20 unit dari 75 armada berfasilitas alat pendingin ruang atau air conditioning (AC) dengan rute Ragunan-Grogol melewati Cilandak KKO-TB Simatupang-Pondok Indah-Gandaria Mayestik-CSW-Semanggi-Slipi dan Grogol pergi pulang.Operator Kopaja AC S-13 itu sempat menghentikan operasional armadanya karena dilarang menaikkan tarif dari Rp2.000 per orang menjadi Rp5.000 per orang untuk menutup biaya operasi yang lebih tinggi dari pada Kopaja non-AC.Pristono mengatakan tarif angkutan umum di Jakarta untuk jenis bus kecil Mikrolet tertinggi Rp3.000 per orang, bus sedang Metromini dan Kopaja Rp2.000 per orang, bus besar non-AC Rp2.500 per orang dan bus besar AC Rp5.500 per orang.“Kami menerima usul penyesuaian tarif  Kopaja AC, tetapi untuk penyesuaian itu ada prosedurnya dan harus dilakukan survei pasar,” katanya.Sementara itu Ketua Umum Koperasi Angkutan Jakarta Nanang Basuki mengatakan ada sejumlah Kopaja AC yang berhenti operasi karena ada pemeriksaan rutin dan bukan faktor tarifnya."Ini hanya pemeriksaan rutin, ada 20 unit Kopaja AC yang sedang diperiksa rutin teknis dan AC-nya. Sekarang ini sebagian armada sudah beroperasi dengan tarif uji coba sebesar Rp2.000 per orang," katanya.Sumardi, karyawan swasta berkantor di Sudirman Central Business District mengatakan tidak masalah dengan tarif Kopaja AC S-13 sebesar Rp5.000 per orang yang dilakukan operator selama masa Lebaran karena lebih nyaman.“Tadi saya naik Kopaja AC dan saya lihat penumpang lain juga tidak mempersoalkan tarifnya Rp5.000 per orang, karena mamang lebih tertib dan nyaman dibandingkan dengan Kopaja yang biasa,” tegasnya.Dia mengatakan Pemprov DKI hendaknya segera merespon pengusaha angkutan umum yang mencoba meningkatkan kualitas layanan armadanya dengan menambah fasilitas AC sehingga biaya operasionalnya semakin tinggi.  Menurut Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan mengatakan telah memberikan rekomendasi penyesuaikan tarif Kopaja AC S-13 jurusan Ragunan-Grogol dari yang berlaku sekarang.Rekomendasi didasarkan atas kualitas pelayanan bus Kopaja AC yang lebih baik, lanjutnya, dengan sistem penggajian supirnya tidak ugal-ugalan mengejar setoran, lebih nyaman karena berpendingin ruangan.“Rekomendasi itu juga mepertimbangkan untuk menjaga eksistensi bus reguler lain yang rutenya bersinggungan dengan bus Kopaja AC dan membantu operator bus ber-AC itu keran biaya operasionalnya semakin tinggi,” ujarnya.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top