Golkar akan evaluasi keberadaan di Setgab

JAKARTA: Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan segera membuat perhitungan sekaligus mengevaluasi keberadaan Golkar di Sekretariat Gabungan (Setgab) parpol pendukung pemerintah.Pernyataan itu disampaikan Priyo menyusul hasil survei Lembaga
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  07:19 WIB

JAKARTA: Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan segera membuat perhitungan sekaligus mengevaluasi keberadaan Golkar di Sekretariat Gabungan (Setgab) parpol pendukung pemerintah.Pernyataan itu disampaikan Priyo menyusul hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang mengungkap posisi Golkar stagnan. Namun demikian Wakil Ketua DPR itu tidak secara tegas mengakui bahwa posisi stagnan Golkar dari hasil survei tersebut disebabkan karena posisi Golkar di koalisi."Saya mungkin akan melakukan perbaikan dan pertemuan internal untuk membahas bagaimana posisi Golkar di Setgab koalisi. Suara Golkar yang cenderung stagnan pada saat bergabung koalisi itu kan menjadi sesuatu yang menjadi tanda tanya besar," ujarnya. Dia menambahkan yang pasti pemilih Golkar adalah pemilih fanatik sebagaimana tercermin dari hasil Pemilu selama ini. Namun demikian dia menegaskan berdasarkan survei tersebut terdapat 30% pemilih pemula yang belum menentukan sikapnya. Akan tetapi bukan berarti mereka akan memilih partai baru.Dia Lebih lanjut Priyo mengatakan yang mendapat berkah dalam kondisi dan situasi saat ini adalah partai oposisi, yaitu PDIP. Partai yangt memosisikan diri sebagai oposisi di parlemen itu mengalami peningkatan dukungan dari pemilih.Priyo mengaku kecewa melihat hasil survei LSI yang menempatkan Golkar di posisi ketiga sehingga pihaknya akan mencoba berbenah diri. Survei LSI ini mendapat perhatian karena menurut Priyo, LSI merupakan lembaga yang kredibel yang memotret suara masyarakat sekarang. Yang menarik dari survei, adalah tren Partai Demokrat yang menurun dan PDIP yang cenderung naik. Untuk itu, Golkar harus berbenah diri, ujarnya.Apakah Golkar akan keluar dari koaliasi atau menyeberang ke oposisi? "Saya belum bisa memastikan bagaimana ke depannya. Namun yang saya bisa katakan, per hari ini Golkar masih menjadi bagian dari Setgab koalisi," ujarnya.Seperti diketahui, dalam survei LSI yang dirilis kemarin, Golkar sebagai partai besar belum menunjukan kemajuan, menyamai dan apalagi melampaui hasil Pemilu 2009 (14,4%) meskipun terlihat paling banyak melakukan sosialisasi. Dalam survei yang melibatkan 1.220 responden itu, jika pemilu digelar Mei ini, Golkar hanya akan dipilih oleh 12,5% responden atau berada di peringkat ketiga. Di posisi pertama Partai Demokrat dengan angka 18,9%, sementara PDIP 16,7%. Di posisi keempat ada PKB dengan 4,5% suara, PKS 4,1% dan PPP 4%. Partai Gerindra mendapat 2,9% disusul PAN 2,4% dan Hanura sebanyak 0,9%. Sisanya 29,6% tidak memilih. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top