50% Ibu hamil tidak mendapat gizi cukup

JAKARTA: Pengaruh pendidikan kesehatan untuk Ibu terhadap pertumbuhan dan perkembangan Balita di Indonesia masih dirasa kurang. Terutama pada Berat Badan Balita sangat erat hubungannya.Hal tersebut didukung Riset Kesehatan Dasar 2010 menunjukan 45%-50%
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  00:13 WIB

JAKARTA: Pengaruh pendidikan kesehatan untuk Ibu terhadap pertumbuhan dan perkembangan Balita di Indonesia masih dirasa kurang. Terutama pada Berat Badan Balita sangat erat hubungannya.Hal tersebut didukung Riset Kesehatan Dasar 2010 menunjukan 45%-50% ibu hamil Indonesia tidak mendapatkan asupan energi dan protein yang mencukupi. "Hal dasar yang menjadi persoalan adalah kehamilan berdampak signifikan terhadap kesehatan bayi di masa datang, status kesehatan dan gizi ibu akan mempengaruhi status gizi dan kesehatan bayinya, ungkap Maternal & Child Health Specialist World Vision Indonesia, Sigit Sulistyo, saat ditemui di Hong Kong Cafe, Jakarta, tadi malam.Hal itu menjadi krusial karena satu balita Indonesia kehilangan nyawanya dalam dua menit sekali sehingga angka kematian balita mencapai 500 kematian setiap harinya. Sementara itu, lebih dari sepertiga dari kematian itu adalah karena persoalan gizi. Dia mengatakan asupan gizi ibu hamil berdampak secara jangka panjang terhadap kesehatan kognitif maupun jasmani anak. Oleh karena itu, menurutnya, asupan ibu hamil harus diprioritaskan. Mari kita menjadikan mereka [Ibu] pahlawan bagi dirinya sendiri dan masa depan bangsa dengan menjaga kesehatan dan memperhatikan gizi mereka, ujarnya.Wajar jika Indonesia World Vision, bagian dari World Vision, Lembaga Kemanusiaan Kristen Internasional yang merupakan mitra Kementerian Sosial RI mengampanyekan Child Health now, program proritas kesehatan anak dan ibu.Program itu mencanangkan prioritas kesehatan anak melalui pemerhatian kebutuhan gizi dan kesehatan ibu.World Vision telah melayani 98 negara dan mendukung lebih dari 100 juta orang, termasuk 3,4 juta anak dampingan tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Sementara itu, World Vision Indonesia sendiri telah mencakup pelayanan kepada 1.400 desa diseluruh Indonesia, mendukung 90.000 anak melalui program yang dilaksanakan dengan dukungan 6.000 masyarakat Indonesia melalui mitra lokal Wahana Visi Indonesia selama 50 tahun.(ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top