Bilbao dan Singapura kiblat asitektur dunia

JAKARTA: Singapura dan kota Bilbao di Spanyol dinilai sebagai kiblat para arsitek dunia karena kedua kota itu telah mampu mentransformasi perkembangan kota dan sosial secara mendalam.
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 18 Desember 2010  |  10:04 WIB

JAKARTA: Singapura dan kota Bilbao di Spanyol dinilai sebagai kiblat para arsitek dunia karena kedua kota itu telah mampu mentransformasi perkembangan kota dan sosial secara mendalam.

Berdasarkan siaran pers World Architecture Festival, Bilbao berhasil merubah citra dari kota industri yang kumuh menjadi kota seni dan nyaman.

Adapun Singapura dinilai sebagai negara kecil dengan lahan sangat terbatas namun berhasil melakukan perubahan besar menjadi pusat bisnis paling nyaman di Asia Pasifik.

Bilbao telah berhasil mengubah citra dari kepompongnya industri berat menjadi kupu-kupu teladan melalui program-program pembaharuan perkotaan, reposisi ekonomi dan perbaikan sosial. Singapura telah mengubah dirinya dari sebuah pulau kolonial yang miskin menjadi negara kota yang berkembang, tulis siaran pers itu.

World Architecture Festival merupakan ajang tahunan bagi para perancang kota yang digelar setiap November atau Desember di Barcelona. Tahun ini, dibahas mengenai kisah sukses penataan kota tersebut.

Wakil Walikota Bilbao Ibon Areso mengatakan perubahan di Bilbao mulai dirancang sejak awal 1980-an ketika terjadi kisrus sosial mulai dari pemogokan karyawan, banjir, polusi.

Pemerintah kota kemudian melakukan pembangunan infrastruktur secara bertahap, membersihkan sungai, membangun taman kota.

Kemudian pemerintah kota juga mennyelengarakan sayembara mengenai pembangunan kota. Maka dibangunlah sebuah Museum Gugenhim museum seni dengan arsitektur yang unik karya Gehry Guggenheim pada 1997.

"Awalnya, orang Amerika Serikat masih ketakutan ketika mereka datang ke sini, kenang Areso. Namun, kata dia, setelah itu kunjungan warga AS meningkat dari 24.000 pada 1994 menjadi 600.000 wisatawan pada 2008.

Adapun masalah Singapura adalah ukuran kota atau tepatnya negara ini. Singapura merupakan sebuah pulau yang sangat kecil sekitar 700 km2 dengan jumlah pertumbuhan penduduk cukup tinggi.

Ng Lang, CEO Singapore Urban Redevelopment Authority mengatakan penggunaan lahan merupakan masalah serius di Singapura, seperti perumahan rakyat dan perkantoran.

Namun, dengan membangun gedung tinggi dan cerdas, ditambah ruang hijau yang berlebihan Singapura kini telah berkembang menjadi sebuah nirwana modernisme,

Meskipun kebutuhan ruang dan gedung di Singapura tinggi, pemerintah setempat tetap mampu menyediakan ruang hijau, pengelolaan air secara optimal, reklamasi pantai, dan penataan transportasi publik.

"Ini tentang ide-ide sederhana dan mendasar, dari pada sebuah proyek dengan ikon besar," kata Ng.

Pada suatu kesempatan, arsitek Ridwan Kamil pernah menyatakan bahwa arsitek kini dituntut lebih tinggi dalam mewujudkan sebuah proyek. Proyek yang bagus memang tidak melulu mengedepankan kemewahan dan keindahn bangunan, tetapi justru menjadi solusi terhadap masalah lingkungan dan sosial di sekitarnya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top