Jean Michael Cousteau ingatkan keseimbangan air

YOGYAKARTA: Tokoh konservasi kreatif dunia Jean Michael Cousteau mengingatkan bahwa 75% bumi ini terdiri dari air sehingga masyarakat Indonesia yang wilayah lautnya lebih besar dari daratan harus menjaga keseimbangan dalam mengelola kawasan bawah airnya.Berbicara
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  09:08 WIB

YOGYAKARTA: Tokoh konservasi kreatif dunia Jean Michael Cousteau mengingatkan bahwa 75% bumi ini terdiri dari air sehingga masyarakat Indonesia yang wilayah lautnya lebih besar dari daratan harus menjaga keseimbangan dalam mengelola kawasan bawah airnya.Berbicara ketika menjadi pembicara kunci pada World Conference on Culture, Education and Science (Wisdom) 2010 di Gedung Graha Saba, kampus Universitas Gajah Mada (UGM), Cousteau mengatakan Indonesia dengan kekayaan bawah lautnya yang luar biasa jangan terpaku pada masalah regulasi saja untuk perlindungan"Harus diangkat isu manajemen, bagaimana mengelola kekayaan bawah air, utamanya kelautan. Tidak banyak masyarakatnya yang hidup di pesisir sehingga tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan konservasi," ungkapnya.Hal yang terjadi baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia adalah masyarakat mengambil hasil laut seperti ikan, tapi tidak melakukan usaha-usaha untuk melestarikan kekayaan isi lautnya.Untuk itu, ujarnya, pemerintah harus mengkampanyekan bagaimana mengelola lingkungan dengan baik melalui kearifan lokal yang dimiliki dalam upaya konservasi lingkungan. Kearifan lokal itu harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga di rumah yang sejak kecil mengajarkan anak-anak bagaimana memelihara lingkungannya dengan baik.Menurut dia, karena wilayah Indonesia juga sebagian besar adalah lautan maka para orang tua jangan ragu-ragu untuk menjerumuskan anak-anaknya untuk bermain air, merasa dekat dengan laut dan ikut dilibatkan dalam upaya pendidikan konservasi sejak dini seperti yang ditularkan ayahnya Jacques Yves Cousteau, ilmuan dan penjelajah laut yang serba bisa.Konsep Destination Management Organization (DMO) atau pengelolaan destinasi yang kini mulai diterapkan di sejumlah tujuan wisata di Indonesia jangan terpaku pada obyek di darat tetapi juga berlaku untuk taman-taman laut. (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top