Bertemu Putin, Xi Jinping Sebut Menghentikan Konflik di Timur Tengah Adalah Keharusan

Xi Jinping dan Putin bertemu di Beijing, membahas pentingnya menghentikan konflik Timur Tengah untuk stabilitas energi dan perdagangan global.
Presiden China Xi Jinping menghadiri sesi pembukaan APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 yang berlangsung di Gyeongju Art Centre, Jumat (31/10/2025).
Presiden China Xi Jinping menghadiri sesi pembukaan APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 yang berlangsung di Gyeongju Art Centre, Jumat (31/10/2025).

Bisnis.com, SEMARANG — Presiden China Xi Jinping baru saja menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing pada hari Rabu (20/5/2026) lalu untuk melakukan pembicaraan mengenai perkembangan berbagai konflik global. 

Mengutip dari Euronews, dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping mengatakan bahwa China dan Rusia harus mempromosikan apa yang digambarkan sebagai “tatanan global yang lebih adil”, dan memperingatkan tentang “hegemoni sepihak yang merajalela” di seluruh dunia. 

“Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan kekuatan dunia yang penting. China dan Rusia harus mengadopsi ‘pandangan strategis jangka panjang’ dan bekerja sama untuk membangun ‘sistem tata kelola global yang lebih adil dan merata,” tutur Xi Jinping, dikutip Jumat (22/5/2026). 

Selain itu, dalam pertemuannya dengan Putin, Xi Jinping dilaporkan sempat menyinggung terkait konflik di Timur Tengah, dengan mengatakan bahwa menghentikan pertempuran merupakan hal yang sangat penting, tetapi situasi saat ini berada di titik kritis dan sedang beralih dari perang menuju perdamaian. 

“Usulan empat poin saya untuk menjaga dan mempromosikan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah bertujuan untuk semakin memperkuat konsensus internasional serta berkontribusi dalam meredakan ketegangan, meredakan konflik, dan memajukan perdamaian.” tambah Xi Jinping.

Lebih lanjut, mengutip dari the National, Xi Jinping menyebut bahwa penghentian perang ini dapat membantu mengurangi gangguan terhadap stabilitas pasokan energi. “Penghentian perang akan membantu mengurangi gangguan terhadap stabilitas pasokan energi dan tatanan perdagangan internasional. Sangat penting untuk menghentikan pertempuran,” ujar Xi Jinping.

Sementara itu, dalam pertemuan di Beijing, Putin mengatakan bahwa Rusia tetap menjadi pemasok energi yang dapat diandalkan bagi China. “Dalam situasi tegang saat ini panggung internasional, kerja sama erat kita sangat dibutuhkan,” tutur Putin. 

Tekanan pasokan energi yang terkait dengan konflik Iran berpotensi memperkuat argumen Rusia mengenai jalur pipa gas Power of Siberia 2 ke China Utara sebagai jalur pasokan jangka panjang, meskipun Beijing kemungkinan besar akan tetap memprioritaskan strategi diversifikasi impor energinya. 

Sebelumnya, menjelang pertemuan Putin dengan Xi Jinping di Beijing, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan bahwa Moskow siap membantu pembicaraan antara Amerika Serikat dengan Iran. “ Rusia siap memberikan semua bantuan yang mungkin dalam menyelesaikan konflik ini, dan pihak-pihak yang terlibat sangat menyadari hal ini,” tutur Ryabkov. 

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro