Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri India Narendra Modi menjelaskan bahwa negaranya memiliki kemitraan erat dengan Rusia, yang menepis tekanan Amerika Serikat agar Bharat mengurangi keterlibatan dengan Moskow.
India telah mempertahankan kemitraan yang kuat dan stabil dengan Rusia selama lebih dari tujuh dekade, berkolaborasi erat di bidang-bidang utama seperti antariksa, energi nuklir, dan pertahanan.
Modi menyoroti hubungan manufaktur pertahanan yang kuat antara India dan Rusia dengan merujuk pada usaha patungan yang dijalankan kedua belah pihak untuk memproduksi senapan serbu Kalashnikov bagi angkatan bersenjata India.
"Dengan Rusia sebagai mitra, kami memperkuat kemitraan yang telah teruji waktu," kata Modi pada peresmian pameran dagang internasional, di mana Rusia menjadi negara mitra, di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, dilansir dari Bloomberg pada Jumat (26/9/2025).
Hubungan yang telah lama terjalin itu sedang menjadi sorotan, karena AS meningkatkan tekanan pada India untuk mengurangi ketergantungannya pada energi dan persenjataan Rusia.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini memberlakukan tarif 50% untuk barang-barang India, yang setengahnya secara eksplisit ditujukan untuk menghukum Bharat atas pembelian minyak dari Rusia.
Baca Juga
Meskipun Trump dan Modi telah berbicara dalam upaya meredakan ketegangan baru-baru ini, ketegangan antara kedua negara terus meningkat—dipicu tidak hanya oleh friksi perdagangan, tetapi juga oleh kebijakan imigrasi Trump.
India telah menyatakan akan terus membeli energi dari Rusia selama hitungan finansialnya masih layak. Sejauh ini, berdasarkan laporan Bloomberg, baik kilang milik negara maupun swasta belum menerima arahan pemerintah untuk mengurangi impor dari Rusia.
Menteri Perdagangan India mengatakan pada pekan ini bahwa negara tersebut ingin meningkatkan pembelian minyak dan gas dari AS—sebuah langkah yang dapat membantu mempersempit kesenjangan perdagangan antara kedua negara, memenuhi tuntutan utama dari pemerintahan Trump.
Pada Kamis (25/9/2025), Modi menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung bisnis seiring India menavigasi lingkungan perdagangan global yang terus berubah. Dia juga mendesak warga negara untuk memprioritaskan produk dalam negeri daripada impor.
"Di dunia yang terus berubah ini, semakin suatu negara bergantung pada negara lain, semakin besar pula pertumbuhan mereka akan terganggu ... India tidak lagi mau bergantung pada negara lain," kata Modi.