Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Forum Asean 2023, Menkes Minta Investor Lirik Sektor Kesehatan

Menteri Kesehatan RI minta sejumlah pihak untuk mulai berinvestasi di sektor kesehatan, untuk membuat perubahan perekonomian.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Rapat tersebut membahas sejumlah isu-isu aktual persoalan kesehatan di Indonesia, khususnya penegahan serta penanganan dampak polusi udara di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya pada kesehatan warga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Rapat tersebut membahas sejumlah isu-isu aktual persoalan kesehatan di Indonesia, khususnya penegahan serta penanganan dampak polusi udara di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya pada kesehatan warga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Bisnis.com, SOLO - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta para investor untuk mulai melirik sektor kesehatan.

Menurutnya, investasi di sektor kesehatan bisa membuka peluan-peluang besar yang mengarah ke perubahan perekonomian.

“Pusat kesehatan adalah sektor yang saya yakini berdasarkan pengalaman saya adalah titik perubahan yang akan bertransformasi secara drastis,” kata Budi dalam sambutannya pada ASEAN Investment Forum Day 2 di Jakarta, Minggu (3/9/2023).

Lebih lanjut ia juga membahas mengenai investasi di bidang kesehatan untuk negara-negara Asean yang ingin terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah.

“Saya meminta Anda semua yang berada di ASEAN agar berinvestasi pada kesehatan sendiri, investasikan pada kesehatan keluarga, investasikan pada kesehatan masyarakat kita karena hal itu akan meningkatkan ukuran perekonomian dan itu akan membuka peluang investasi yang baik bagi Anda semua,” katanya,

Menkes menyampaikan bahwa banyak negara di Asean yang merupakan negara berkembang dan ASEAN masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah.

Setiap negara Asean bercita-cita untuk menjadi negara berpendapatan tinggi dan maju dengan pendapatan rata-rata perkapita sebesar 12.500 dolar AS.

Peluang untuk mencapai cita-cita menjadi negara maju tersebut, lanjutnya, terbuka melalui bonus demografi yang bagi Indonesia akan terjadi pada 7-12 tahun lagi yakni pada 2030-2035 dan akan menjadi momentum penentu bagi Indonesia untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

“Indonesia rakyatnya harus sehat kalau tidak sehat Indonesia tidak bisa ke sana. Kalau kita lewat waktu itu, anak cucu kita tidak mungkin bisa lepas dari middle income country menjadi high income country, itu yang namanya middle income trap,” ucapnya.

Selain memperhatikan kesehatan masyarakat untuk terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah, Menkes juga menuturkan bahwa pendidikan juga menjadi unsur penting yang beriringan dengan kesehatan.

Menurutnya, jika masyarakat Asean tidak pintar maka tidak mungkin pendapatan perkapita akan mencapai 12.500 dolar AS.

Di sisi lain, jika masyarakat pintar namun tidak sehat juga akan membuat masyarakat tidak produktif dan kesulitan mencapai pendapatan per kapita negara maju.

“Kalau ada yang seperti Indonesia 20 persen stunting dari 25 juta orang sebelum 5 tahun, masyarakat kita tidak akan mempunyai kecerdasan yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan atau 12,500 dan kita tidak akan pernah menjadi negara berpendapatan tinggi,” paparnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper