Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Separatisme di Papua, Panglima Yudo: TNI Angkat Senjata

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan pihaknya akan tetap menggunakannya pendekatan yang keras melawan para separatis di daerah rawan di kawasan Papua.
Petugas menurunkan kantong jenazah korban pembantaian oleh KKB dari pesawat Rimbun Air PK-OTJ untuk dibawa ke mobil ambulans di Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua Senin (7/3/2022).
Petugas menurunkan kantong jenazah korban pembantaian oleh KKB dari pesawat Rimbun Air PK-OTJ untuk dibawa ke mobil ambulans di Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua Senin (7/3/2022).
Bisnis.com, JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan pasukannya akan tetap menggunakannya pendekatan yang keras untuk melumpuhkan para separatis di daerah rawan di kawasan Papua.
Yudo menjelaskan, sebenarnya ada dua pendekatan yang TNI gunakan terkait keamanan di Papua. Pertama, pendekatan yang lembut (soft approach) yaitu lewat budaya dan tokoh-tokoh masyarakat khususnya di daerah yang tingkat kerawanannya masih kondusif.
Pendekatan kedua, di daerah yang tingkat kerawanan tinggi, pasukan TNI akan tetap menggunakan pendekatan yang keras (hard approach) untuk menghadapi ancaman keamanan.
"Apabila menghadapi situasi dengan kelompok kriminal bersenjata maupun separatis teroris, ya kita melaksanakan dengan tegas, dengan bersenjata karena memang kita pasukan militer yang menghadapi kontak tembak, ya kita laksanakan dengan tegas," jelas Yudo saat ditemui awak media usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2023).
Di samping itu, dia menganggap situasi di Papua secara umum saat ini masih cenderung aman. Yudo tak menampik ada beberapa kejadian seperti pembakaran sekolah dan penembakan pesawat beberapa waktu lalu. Dia menilai kejadian seperti itu wajar.
"Ya seperti itu, dari dulu seperti itu," ujarnya.
Meski begitu, Yudo menegaskan TNI sudah memetakan daerah-daerah yang rawan terjadi konflik dan tingkat kerawanannya tinggi. Dengan begitu, dia berharap pasukannya dapat mengantisipasi konflik atau kerusuhan.
"Ada juga tingkat keamanannya yang masih terjadi tadi, letupan-letupan yang terjadi, yang tidak kita duga terjadi. Sehingga di situ kita petakan, sehingga para prajurit juga kita atur mana yang melaksanakan soft culture maupun mana prajurit-prajurit yang melaksanakan hard approach," jelas Yudo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper