Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

SBY Bawa Kabar Buruk: Resesi Ekonomi Global Bakal Terjadi!

Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan resesi ekonomi global bakal terjadi.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 11 Oktober 2022  |  10:57 WIB
SBY Bawa Kabar Buruk: Resesi Ekonomi Global Bakal Terjadi!
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan arahan kepada para pemimpin dan kader Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021 / Youtube Partai Demokrat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan dua kabar buruk yang disampaikan melalui akun Twitter resmi @SBYudhoyono. Salah satunya soal resesi ekonomi global yang bakal terjadi. 

Menurutnya, kabar buruk tersebut terkait dengan krisis ekonomi dan krisis geopolitik, yaitu perang Rusia vs Ukraina, yang sedang melanda dunia saat ini. 

"Ada 2 berita buruk saat ini tentang dunia kita. Pertama, resesi ekonomi global sepertinya bakal terjadi [simak pernyataan IMF & Bank Dunia]," tulis akun Twitter @SBYudhoyono seperti dikutip, Selasa (11/10/2022). 

Kedua, lanjut SBY, perang di Ukraina makin membahayakan bagi keamanan internasional. Dia juga meminta followers-nya untuk ikuti perkembangan terkini di Ukraina. 

Pendiri Partai Demokrat tersebut mengungkapkan resesi ekonomi global pasti makin memukul kehidupan semua bangsa, yang saat ini sudah dalam keadaan susah. Jika perang di Ukraina makin “liar” dan tidak terkendali, katanya, terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir bisa menjadi kenyataan. 

"Kita tahu dampak buruk jika krisis ekonomi global terjadi disertai “cost of living crisis”, & perang besar terjadi di Eropa yg libatkan Barat [AS & sekutunya] melawan Rusia & sekutunya. Tentunya kita tdk ingin mengalami lagi Great Depression sebelum Perang Dunia II dulu," ujar SBY. 

SBY mengingatkan situasi dunia akan makin runyam jika geopolitik di Asia Timur yang sudah panas akhirnya menjadi konflik militer terbuka Tiongkok vs Taiwan & pendukungnya (termasuk AS). Dia mengingatkan bahwa Perang Dunia II dulu, masalah besarnya ada di Eropa dan Asia. 

Jika keadaan makin tidak terkendali (goncangan ekonomi & keamanan global), sementara pandemi Covid-19 msh ada, maka SBY menilai penyelamatan bumi dari pemanasan global akan gagal karena dunia tidak lagi peduli dan bukan prioritas.

"Dunia bisa alami triple crises, yaitu keamanan, ekonomi & lingkungan," kata SBY. 

Dalam cuitan tersebut, SBY juga meminta para pemimpin dunia, termasuk PBB untuk bertindak secara nyata (do something concretely) demi menyelamatkan dunia.

"Gunakan Forum G-20 di Bali to save our world, to save our planet. Turunkan ego masing-masing. Negosiasi dan perundingan adalah jawaban," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sby Resesi Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top