Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Bersedia Reunifikasi dengan Taiwan, Ini Respons Kemenlu

Kemenlu menilai upaya China melakukan reunifikasi dengan Taiwan dapat memberikan keuntungan bagi kawasan mereka.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 23 September 2022  |  23:00 WIB
China Bersedia Reunifikasi dengan Taiwan, Ini Respons Kemenlu
Ilustrasi bendera China dan Taiwan. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Asia Pasifik Dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Muhammad Takdir menilai langkah China yang ingin reunifikasi dengan Taiwan merupakan hal yang bagus.

Pasalnya, reunifikasi dinilai dapat memberikan keuntungan bagi kawasan mereka.

“Kalau reunifikasi itu dilakukan secara internal, Taiwan dan mainland menyelesaikan separuh dari respon itu, berarti apa? Masalah Selat Taiwan selesai, masih tinggal misalnya South China Sea dan sebagainya,” kata Takdir usai menghadiri acara FPCI di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Takdir menjelaskan, sebelum Presiden Taiwan saat ini, Tsai Ing-wen menjabat sebagai presiden, Presiden China Xi Jinping telah memiliki hubungan yang baik dengan presiden sebelumnya Ma Ying-jeou yang juga pernah menjabat sebagai ketua Kuomintang - partai nasionalis Tiongkok. 

Bahkan, dia mengklaim bahwa masalah reunifikasi seperti sudah di ujung tunnel. Namun, dengan adanya perubahan pemerintahan Taiwan, China merasa Taiwan semakin jauh lantaran beberapa kebijakan yang dibuat Taiwan seolah menunjukkan ketidak percayaannya kepada China.

“Kalau sekarang disebutkan China membuka mata terhadap pikiran, terhadap rencana, itu even dengan bukan Kuomintang di sana, itu tentu langkah yang sangat bagus, untuk kepentingan kawasan juga,” ujarnya.

Melansir Aljazeera, Jumat (23/9/2022), Beijing mengatakan pihaknya bersedia untuk mengupayakan reunifikasi secara damai dengan Taiwan, setelah melakukan manuver militer besar-besaran di sekitar pulau itu dalam beberapa pekan terakhir.

China sendiri mengklaim bahwa Taiwan sebagai wilayahnya. Namun demikian, Taiwan menolak klaim tersebut dan mengatakan 23 juta penduduk di pulau tersebut yang akan memutuskan masa depan mereka.

Beijing semakin tegas atas Taiwan dalam beberapa tahun terakhir dan bulan lalu memulai latihan militer di laut dan udara, termasuk menembakkan rudal ke pulau tersebut imbas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan di China Ma Xiaoguang mengatakan, China bersedia untuk melakukan upaya besar untuk mencapai reunifikasi yang damai.

“Tanah air harus dipersatukan kembali dan pasti akan dipersatukan kembali,” kata Ma dalam konferensi pers.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china China vs Taiwan kemenlu
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top