Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Izinkan Lepas Masker, Industri Pariwisata Makin Girang

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy melihat masyarakat akan lebih percaya diri lagi untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, salah satunya berwisata. 
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  15:51 WIB
Jokowi Izinkan Lepas Masker, Industri Pariwisata Makin Girang
Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Shela Rachmayanti mempraktikkan cara melepas masker yang benar. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia menyusul Amerika Serikat, Singapura, dan Italia yang telah lebih dahulu menerapkan kebijakan pelonggaran menggunakan masker. Kebijakan ini turut meningkatkan optimistis industri pariwisata yang semakin girang untuk mengembangkan bisnisnya.

Sebelumnya, pada Selasa (17/5/2022), Presiden RI Joko Widodo memutuskan melonggarkan aturan penggunaan masker di masa pandemi Covid-19 melalui saluran Youtube Sekretariat Presiden.

“Yang pertama, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker. Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker,” kata Jokowi.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy menyampaikan pelonggaran ini memberikan pengaruh besar. Didien melihat masyarakat akan lebih percaya diri lagi untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, salah satunya berwisata.

“Pengaruhnya besar, Alhamdulillah paling tidak kita bisa mengembangkan usahanya mulai lagi dari awal,” ujar Didien, Rabu (18/5/2022).

Meski semakin diberikan kemudahan dalam beraktivitas, Didien meminta para pelaku usaha di industri pariwisata tetap harus menerapkan protokol kesehatan dalam rangka menjaga keamanan dari Covid-19.

Hal ini tidak lain agar pemerintah terus melonggarkan mobilitas atau bahkan mengembalikan mobilitas seperti kondisi normal, sehingga pariwisata dapat pulih sepenuhnya.

“Semakin banyak kemudahan yang diberikan, pelaku usahanya harus tetap mengimplementasikan protokol kesehatan, masyarakat juga tetap berhati-hati,” lanjut Didien.

Senada dengan Didien, sektor pariwisata yang menjadi one stop shop untuk melakukan perjalanan, yakni Tiket.com turut optimis terhadap pariwisata di tahun ini.

CEO Tiket.com George Hendrata melihat dampak kebijakan lepas masker membuat pihaknya semakin optimis dalam memulihkan sektor pariwisata. Melihat data tren kunjungan ke hotel, George melaporkan bahwa hingga Maret 2022 okupansinya sudah penuh.

“Jadi waktu Covid-19 kita terpuruk, semua travel itu turun banyak, dengan protokol ketat itu membuat orang enggan bepergian, kita sangat optimistis melihat data tren, sampai Maret [2022] itu hotel sudah penuh okupansinya, karena orang-orang banyak yang staycation, workation yang durasi menginapnya lebih panjang,” ujar George dalam acara Fortune Indonesia Summit yang digelar oleh IDN Media di The Westin, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Tak hanya membuat girang pelaku pariwisata, lebih lanjut George menyampaikan bahwa pekerja hotel yang sebelumnya dirumahkan juga kembali bekerja. Artinya, lapangan pekerjaan yang sebelumnya ditutup kembali dibuka dan jumlah serapan tenaga kerja meningkat.

Berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita), antusias masyarakat untuk berwisata sudah cukup meningkat dari 2021. Pada libur Lebaran 2022 saja jumlah pesanan orang yang melakukan perjalanan wisata melalui travel agent rata-rata baru mencapai 20-30 persen. Hal ini didukung karena mulai banyak agen yang menyediakan open trip.

Berbeda dengan Didien dan George, Wakil Ketua Asita Budijanto Ardiansjah justru melihat kebijakan lepas masker tidak menjadi hal yang cukup berpengaruh terhadap pariwisata. Masker menjadi urusan personal yang mana masyarakat dapat memilih menggunakannya atau tidak.

“Ketentuan lepas masker nggak terlalu pengaruh, yang penting jangan ada pembatasan mendadak,” ungkap Budijanto, Rabu (18/5/2022). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker Covid-19
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top