Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Undang Putin ke KTT G20, Bagaimana Reaksi Joe Biden?

Gedung Putih mengungkapkan reaksi Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT G20.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 April 2022  |  15:30 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11 - 2021) / BPMI Setpres\r\n
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11 - 2021) / BPMI Setpres\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Gedung Putih mengungkapkan reaksi Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Presiden Rusia Vladimir Putin untuk hadir pada KTT G20 di Bali.

Selain mengundang Putin, Jokowi juga sebenarnya mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk hadir di KTT G20.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa keputusan Presiden Jokowi mengundang Ukraina pada KTT G20 di Bali, Indonesia tidak cukup untuk memastikan kehadiran Biden.

Dia menyatakan, Biden tetap dengan tegas menentang kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT G20.

“Pemahaman kami, dan tentu saja Anda dapat mengkonfirmasi hal ini dengan orang Indonesia, karena kami telah menghubungi mereka secara pribadi adalah bahwa mereka mengundang mereka [Rusia] sebelum invasi. Kami telah menyampaikan pandangan kami bahwa kami tidak berpikir mereka [Rusia] harus menjadi bagian darinya,” kata Psaki kepada wartawan dikutip dari Strait Times, Sabtu (30/4/2022).

Kemarin, Jokowi mengumumkan telah mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT forum ekonomi tersebut.

“Kami memahami G20 memiliki peran katalis dalam pemulihan ekonomi global. Ketika kita berbicara tentang pemulihan ekonomi global, ada dua faktor penting saat ini, Covid-19 dan perang di Ukraina,” kata Jokowi melalui konferensi pers virtual.

Biden, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah menyuarakan keprihatinan tentang partisipasi Putin dalam KTT. Mereka mengisyaratkan tidak akan hadir jika Putin ada di sana.

Psaki mencatat bahwa di saat pemerintah AS menyambut baik langkah Indonesia untuk mengundang Ukraina, tapi pesimistis bahwa Rusia akan mengambil jalan keluar diplomatik dari perang menjelang KTT G20.

“Kami tentu belum melihat indikasi sampai saat ini rencana Rusia untuk berpartisipasi dalam pembicaraan diplomatik secara konstruktif. Harapan kami tentu saja itu akan berubah, karena jelas pembicaraan dan percakapan diplomatik adalah cara untuk mengakhiri konflik ini. Dan Presiden Putin dapat mengakhiri ini besok, dapat mengakhiri ini sekarang," ujarnya.

Sebenarnya, Biden yang menyarankan agar Ukraina menghadiri pertemuan G20 jika anggota lain tidak setuju untuk mengusir Rusia.

Dia membuat poin tersebut setelah pertemuan dengan anggota NATO dan sekutu Eropa di Brussels bulan lalu. Saat itu, mereka membahas pengusiran Putin dari G20. Di sisi lain, China mendukung Rusia untuk tetap berada di grup tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Rusia vladimir putin g20 Joe Biden
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top