Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Hanya HPV, Kemenkes Tambah 2 Vaksin Imunisasi Rutin Gratis

Kemenkes menambah vaksin human papilloma virus (HPV) sebagai imunisasi rutin. Vaksinasi itu diberikan gratis untuk masyarakat.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 23 April 2022  |  18:28 WIB
Ilustrasi vaksin HPV. - Istimewa
Ilustrasi vaksin HPV. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menambah vaksin human papilloma virus (HPV) sebagai imunisasi rutin. Vaksinasi itu diberikan gratis untuk masyarakat.

Bukan hanya HPV, Kemenkes RI juga ternyata telah menambah dua jenis vaksin lainnya yakni vaksin pneumococcal conjugate vaccine (PCV) dan vaksin Rotavirus. Total 14 jenis vaksin imunisasi rutin dari semula 11 vaksin.

Melansir laman Sehat Negeriku Kemenkes, Sabtu (23/4/2022), vaksin HPV untuk mencegah kanker leher rahim (kanker serviks) pada wanita.

Kemudian, vaksin PCV bertujuan untuk mencegah penyakit radang paru, radang selaput otak, radang telinga yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus.

Sementara itu, vaksin Rotavirus untuk mencegah diare berat dan komplikasinya yang disebabkan oleh virus Rota. 

Pada tahun ini, vaksin HPV akan diberikan di 131 kabupaten/kota di 8 provinsi, terdiri dari 4 provinsi di Pulau Jawa dan 4 provinsi di luar Pulau Jawa (Provinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Bali).

Rencananya, pada tahun 2023 sudah dilaksanakan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Vaksin PCV mulai tahun ini diberikan secara nasional. Sementara itu, imunisasi dengan vaksin Rotavirus akan dimulai pada tahun 2022 di 21 kabupaten/kota yang mewakili tiap pulau, dan akan diberikan secara nasional di tahun 2024.

Semua program imunisasi yang menjadi bagian dari program imunisasi rutin wajib akan dibebaskan dari tanggungan biaya, dalam kondisi dan persyaratan tertentu.

Misalnya untuk vaksin HPV diwajibkan kepada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Hal ini dilaksanakan dalam program kegiatan Bulan Imunisasi Anak sekolah (BIAS) yang dilaksanakan pada bulan Agustus setiap tahunnya.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan imunisasi merupakan cara yang paling tepat dan murah untuk mencegah kematian ibu dan anak.

“Vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang lebih murah dan lebih efektif daripada intervensi ketika seseorang sudah masuk perawatan di rumah sakit,” katanya pada konferensi pers Pekan Imunisasi Dunia di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (22/4/2022).

11 jenis vaksin yang sebelumnya digunakan antara lain :

A. Imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan

1 Bulan : BCG Polio 1, mencegah penularan tuberculosis dan polio
2 Bulan : DPT-HB-Hib 1 Polio 2, mencegah polio, difteri, batuk rejan, retanus, hepatitis B, meningitis, & pneumonia
3 Bulan : DPT-HB-Hib 2 Polio 3
4 Bulan : DPT-HB-Hib 3 Polio 4
9 Bulan : Campak, mencegah campak

B. Imunisasi lanjutan bayi usia 18-24 bulan

1. Imunisasi DPT-HB-Hib 1 dosis, berfungsi untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis
2. Imunisasi campak rubella 1 dosis
3. Imunisasi lanjutan anak sekolah dasar pada program tahunan Bulan Imunisasi Nasional

C. Imunisasi lanjutan anak sekolah dasar pada program tahunan Bulan Imunisasi Nasional

Imunisasi campak rubella dan DT pada anak kelas 1

Imunisasi tethanus diphteria td pada anak kelas 2 dan kelas 5

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes vaksinasi HPV (human papillomavirus)
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top