Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia Vs Ukraina, Kapal Moskva dan Kebanggaan Masa Lalu Uni Soviet

Terlepas dari kontroversi tenggelamnya kapal Moskva pada Jumat (15/4/2022), perang Rusia-Ukraina punya catatan menarik karena pertempuran mulai melebar ke serangan kapal di laut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 April 2022  |  06:30 WIB
Kapal Moskva tenggelam pada Jumat (15/4/2022), di Laut Hitam, tepatnya di suatu tempat di dekat pelabuhan Odesa, Ukraina, pada saat kebakaran. - Istimewa
Kapal Moskva tenggelam pada Jumat (15/4/2022), di Laut Hitam, tepatnya di suatu tempat di dekat pelabuhan Odesa, Ukraina, pada saat kebakaran. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Terlepas dari kontroversi tenggelamnya kapal Moskva pada Jumat (15/4/2022), perang Rusia-Ukraina punya catatan menarik karena pertempuran mulai melebar ke serangan kapal di laut meskipun tragedi itu tidak berpengaruh banyak pada peperangan secara keseluruhan.

Menariknya, kapal perang yang dinamai untuk menghormati Ibu Kota Rusia itu tidak hanya bernilai historis, tapi juga menyangkut soal kebanggaan armada Laut Hitam negara itu.

Maklum, kapal yang dibangun pada era Uni Soviet itu telah menjalankan misinya sejak konflik di Georgia, Suriah, dan Ukraina.

Tidak hanya itu, kapal yang dinyatakan tenggelam setelah disebut pihak Rusia mengalami kebakaran itu, pernah membantu melakukan penelitian ilmiah pada masa damai bersama dengan Amerika Serikat.

Ada apa dengan Moskva?

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Moskva rusak parah akibat kebakaran dan tenggelam saat badai mengganas.

Kejadian itu bertepatan ketika kapal itu ditarik ke pelabuhan untuk ditambatkan. Padahal, sebelumnya dikatakan bahwa "ledakan amunisi" telah memicu kebakaran dan memaksa kru kapal untuk mengungsi.

1 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Perang Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top