Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus DNA Pro, DJ Una Pastikan Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

DJ Una akan menjalani pemeriksaan terkait kasus DNA Pro pada 21 April 2022 mendatang.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 13 April 2022  |  14:36 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (5/4/2022). (ANTARA - Laily Rahmawaty)
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (5/4/2022). (ANTARA - Laily Rahmawaty)

Bisnis.com, JAKARTA - Figur Publik Putri Una Thamrin alias DJ Una akan menghadiri pemeriksaan sebagai saksi kasus robot trading DNA Pro.

Sekadar informasi Bareskrim Polri mengagendakan pemeriksaan terhadap DJ Una pada 21 April 2022 mendatang.

"Iya, kita pasti datang ya. Kita sudah bicara dengan DJ Una, untuk kooperatif dengan panggilan pemeriksaan dari pihak kepolisian. Jadi kita pastikan kalau kita terima surat panggilamnya, pasti kita datang," kata Penasihat Hukum DJ Una Yafet Rissy di Bareskrim Polri, Rabu (13/4/2022).

Yafet mengatakan sampai saat ini kliennya masih belum menerima surat panggilan dari Dittipideksus Bareskrim Polri. "Sampai saat ini belum menerima undangan dari bareskrim mabes Polri," katanya.

Adapun DJ Una melaporkan DNA Pro dan pemiliknya Hoki Irjana ke Bareskrim Polri. Dia merasa menjadi korban dalam kasus robot trading itu.

"Memberikan bujuk rayu kepada korban DJ Una keluarga dan teman-temannya. Dan kita akan secara resmi melaporkan ke Mabes Polri hari ini," kata Yafet.

Sebelumnya, Bareskrim Polri akan memeriksa publik figur dalam kasus robot trading DNA Pro.

"Jadi yang DNA Pro, perlu disampaikan kepada teman-teman bahwa memang ada beberapa public figure yang nantinya dijadwalkan oleh penyidik untuk dimintai keterangan," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Gatot Repli Handoko dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (8/4/2022).

Gatot mengatakan penyidik masih akan terus memeriksa saksi. Penyidik juga akan melacak aset terkait kasus DNA Pro ini.

"Penyidik sedang melakukan pemeriksaan yang sudah ada dulu dan melakukan tracing aset, nanti disampaikan kembali ada beberapa publik figur yang akan dimintakan, inisial belum ada, hanya ada beberapa publik figur," kata Gatot.

Adapun, Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka kasus robot trading DNA Pro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim polri robot trading
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top