Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbas Naiknya Harga Minyak Dunia, DPR: Harga BBM Bakal Naik!

pemerintah mewaspadai efek negatif kenaikan harga minyak dunia yang memberikan dampak signifikan bagi kondisi perekonomian nasional, termasuk naiknya harga BBM.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  13:38 WIB
Harga Pertamax di Riau naik menjadi Rp9.900 per liter setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian seiring naiknya harga minyak dunia, Senin (2/7). - Bisnis/Arif Gunawan
Harga Pertamax di Riau naik menjadi Rp9.900 per liter setelah PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian seiring naiknya harga minyak dunia, Senin (2/7). - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - DPR meminta pemerintah mewaspadai efek negatif kenaikan harga minyak dunia yang memberikan dampak signifikan bagi kondisi perekonomian nasional, termasuk naiknya harga BBM.

"Cepat atau lambat kenaikan harga minyak dunia akan berimbas pada harga BBM dalam negeri. Situasi ini harus segera diantisipasi agar tidak memicu gejolak jika sewaktu-waktu pemerintah terpaksa harus menaikkan harga BBM," ujar Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal dalam keterangannya, Rabu (30/3/2022).

Cucun mengatakan Indonesia merupakan negara net-importir komoditas minyak dan gas. Meskipun Indonesia memproduksi minyak mentah beserta turunannya, tapi hal itu belum dapat memenuhi kebutuhan pemakaian dalam negeri.

“Tercatat impor Minyak dan gas sepanjang 2021 mencapai US$196,2 miliar atau setara dengan Rp2,024 triliun,” katanya.

Cucun sebelumnya membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia terhadap Ketahanan Energi dan Stabilitas Nasional, Selasa (29/3). Hadir sebagai narasumber dalam FGD tersebut Rita Juwita Sari, anggota Komisi VI DPR, Ali Nasir Chairperson Indonesian Petroleum Association, S. Herry Putranto Chairman Komunitas Migas Indonesia serta M Kholid Syeirazi dari Center for Energy Policy.

Situasi geopolitik saat ini, lanjut Cucun, cenderung tidak menguntungkan Indonesia sebagai negara net-importir komoditas minyak dan gas. Konflik Rusia dan Ukraina turut mengerek harga minyak dunia. Di sisi lain, Indonesia Crude Price (ICP) turut terdampak hingga pada level US$ 114 per barel.

“Kondisi ini tentunya mempengaruhi berbagai hal krusial di antaranya struktur APBN yang terbebani dan naiknya harga-harga bahan pokok,” ujarnya.

Sementara itu Rita Juwita Sari mengungkapkan setiap kenaikan satu dollar AS harga minyak dunia akan berdampak pada besaran subsidi energi yang harus ditanggung oleh APBN. Padahal saat ini terjadi kenaikan hampir US$60 per barrel harga rata-rata minyak dunia jika dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19.

“Situasi yang tak dapat terhindarkan adalah selain bertambahnya beban APBN adalah kenaikan harga minyak dunia dipastikan akan mengerek harga berbagai kebutuhan pokok, baik karena meningkatnya ongkos produksi maupun tingginya biaya distribusi,” katanya.

Politisi PKB ini menilai saat ini merupakan momentum tepat bagi pemerintah agar benar-benar serius menyiapkan energi baru terbarukan. Meskipun investasi untuk sektor ini mahal namun dalam jangka Panjang, energi baru terbarukan bisa menjadi penyelamat memenuhi kebutuhan energi di tanah air.

Sementara itu, Chairperson Indonesia Indonesian Petroleum Association Ali Nasir mengungkapkan jika Migas masih akan mendominasi bauran energi Indonesia bahkan dunia hingga 30-50 tahun ke depan. Fenomena ini menurutnya harus ditindaklanjuti dengan meningkatkan iklim investasi di hulu migas.

“Satu-satunya cara mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor migas adalah meningkatkan produksi dalam negeri. Maka harus diciptakan iklim kondusif bagi investasi hulu migas sehingga bisa menarik minta investor,” ujarnya.

Ali Nasir mengatakan ada tiga pilar investasi yang harus dipenuhi agar tercipta iklim kondusif bagi investasi di hulu migas yaitu adanya ketersediaan sumber-sumber migas, adanya fiscal terms yang mendukung investasi dalam bentuk keringanan pajak maupun kepastian hukum atau legal stability.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM Harga Minyak BBM
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top