Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadwal Ramadan Pemerintah dan Muhammadiyah Diharapkan Tidak Berbeda

Jadwal ramadan 1443 Hijriah pemerintah dan Muhammadiyah diharapkan tidak berbeda pada tahun ini.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  15:43 WIB
Ramadan di Media Sosial.  - Facebook.
Ramadan di Media Sosial. - Facebook.

Bisnis.com, JAKARTA – Jadwal ramadan 1443 Hijriah pemerintah dan Muhammadiyah diharapkan tidak berbeda pada tahun ini.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa tidak ada perbedaan terhadap penetapan awal Ramadan 1443 Hijriah antara Muhammadiyah dengan pemerintah.

“Diharapkan tahun ini masih sama antara Muhammadiyah dan pemerintah,” ujarnya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Mantan Rais Aam PBNU itu menjelaskan, terkait penetapan awal Ramadan, kecuali Muhamadiyah, sudah ada kesepakatan sistem atau cara penetapan melalui sidang Isbat di Kementerian Agama (Kemenag).

Adapun jika terdapat perbedaan penetapan Ramadan, maka sudah ada pemahaman bersama untuk saling bertoleransi.

“Artinya, ada toleransi, ya. Misalnya, Muhammadiyah ada pendekatan ada namanya wujudul hilal, asal ada hilal. Kalau pemerintah itu ada imkanur rukyah, kemungkinan rukyah, minimal dua derajat,” paparnya.

Kendati demikian, dia meyakini, melihat tahun ini, maka kemungkinan antara pemerintah dengan Muhammadiyah akan sama dalam penetapan awal Ramadan.

“Kalau melihat tahun ini kemungkinan lebih dari dua derajat, kemungkinannya akan sama. Mudah-mudahan sama,” kata Wapres berharap.

Selain itu, Ma'ruf mengingatkan agar masyarakat tidak balas dendam ketika berbuka puasa, seperti dengan membeli banyak makanan takjil.

“Biasanya kan orang puasa, malamnya itu kemudian seperti orang balas dendam begitu, semua dibeli, semua dimakan semua. Nah itu namanya bukan puasa,” ujarnya.

Wapres menjelaskan, berpuasa itu artinya berprihatin, sebab Ramadan diharap menjadi momen untuk berbagi kepada saudara-saudara yang membutuhkan sesuai dengan perintah Nabi Muhammad SAW.

“Justru itu namanya kita berprihatin. Namun, bukan berarti kita kemudian tidak menggunakan apa yang kita punya kelebihan itu, tapi kita bagikan kepada saudara-saudara kita sesuai perintah Nabi. Siapa yang punya kelebihan, bagikan kelebihanmu itu kepada sesama yang membutuhkan. Ini momentum Ramadan,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top