Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah akan Antisipasi Kenaikan Harga Sembako saat Ramadan Hingga Idulfitri

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki strategi untuk mengantisipasi kenaikan bahan sembako saat Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  17:54 WIB
Pemerintah akan Antisipasi Kenaikan Harga Sembako saat Ramadan Hingga Idulfitri
Pedagang merapikan telur di Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/4/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki strategi untuk mengantisipasi kenaikan bahan sembako saat Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Bahkan, dia melanjutkan Pemerintah telah memastikan pengamanan pasokan bahan sembako dan pengendalian harga.

"Antisipasi ini pemerintah telah membuat langkah-langkah melalui sidang kabinet untuk mengamankan pasokan maupun mengendalikan harga," katanya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Wapres mengakui kecenderungan bahan sembako mengalami kenaikan saat Ramadhan hingga menjelang Hari Lebaran. Ini karena kebutuhan masyarakat meningkat pada periode ini.

"Biasanya kalau tradisi Ramadan, itu selalu ada kenaikan, kenaikan Ramadhan dan Hari Raya. Itu kalau dalam batas wajar itu ditoleransi, tapi kalau sudah tidak wajar itu nanti akan diintervensi untuk mengendalikan," katanya.

Ma’ruf pun memastikan pasokan bahan sembako juga sudah disiapkan hal ini dilakukan untuk meminimalisir kenaikan harga di tengah masyarakat

"Pasokan barang juga sudah harus disiapkan, sudah dalam program penyiapan pengadaannya," ujar Ma’ruf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sembako
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top