Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengadilan AS Dakwa 4 Pegawai Pemerintah Rusia Lakukan Serangan Siber

Empat pegawai pemerintah Rusia didakwa melakukan serangan siber di Amerika Serikat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Maret 2022  |  09:23 WIB
ilustrasi/aljazeera.com
ilustrasi/aljazeera.com

Bisnis.com, JAKARTA—Amerika Serikat (AS) mendakwa empat pegawai pemerintah Rusia dengan serangan siber di sektor energi global.

Mereka dituduh menargetkan ratusan perusahaan dan organisasi sekitar 135 negara antara tahun 2012-2018. Kegiatan mereka dikatakan telah menyebabkan penutupan darurat atas perusahaan terpisah di satu fasilitas di Arab Saudi.

Konspirasi tersebut kemudian diduga mencoba meretas komputer perusahaan yang mengelola entitas infrastruktur penting serupa di AS. Beberapa individu terkait dengan dakwaan AS ke FSB, dinas keamanan Rusia.

Inggris juga telah memberi sanksi kepada organisasi pertahanan Rusia yang dikatakan terkait dengan serangan itu sebagaimana dikutip BBC.com, Jumat (25/3/2022).

Presiden AS Joe Biden minggu ini memperingatkan kemungkinan serangan siber terkait dengan konflik Ukraina, tetapi dakwaan itu atas aktivitas sebelum perang itu  dimulai.

Wakil Jaksa Agung AS, Lisa Monaco mengatakan: "Peretas yang disponsori negara Rusia menimbulkan ancaman serius dan terus-menerus terhadap infrastruktur penting baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia.

"Meskipun tuduhan kriminal yang didakwakan hari ini mencerminkan aktivitas masa lalu, namun hal itu memperjelas pentingnya kala gan pebisnis Amerika Serikat untuk memperkuat pertahanan mereka dan tetap waspada.

Para terdakwa diduga telah menginstal perangkat tertentu dan meluncurkan perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk membahayakan keselamatan fasilitas energi.

Menurut dakwaan, antara Mei dan September 2017, satu kelompok dituduh meretas sistem pabrik petrokimia di Arab Saudi dan memasang malware, yang oleh para peneliti keamanan siber disebut sebagai "Triton" atau "Trisis" pada keamanan sistem yang diproduksi oleh Schneider Electric.

Serangan itu menyebabkan kesalahan yang menyebabkan sistem keselamatan listrik tambang  minyak terpaksa menghentikan secara darurat dua operasi kilang di Arab Saudi.

Sedangkan Februari dan Juli 2018, konspirator dikatakan telah meneliti kilang serupa di AS, namun tidak berhasil meretas sistem komputer perusahaan. Terdakwa dalam kasus ini dikatakan sebagai karyawan Pusat Penelitian Negara Federasi Rusia FGUP Central Scientific Research Institute of Chemistry and Mechanics.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat arab saudi Rusia
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top