Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Mampu Atasi Krisis, Presiden Armenia Mengundurkan Diri

Presiden Armenia Armen Sarkissian mengumumkan pengunduran dirinya dengan alasan ketidakmampuan pemerintahnya untuk mempengaruhi kebijakan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  08:18 WIB
Presiden Armenia Armen Sarkissian. - Istimewa
Presiden Armenia Armen Sarkissian. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Armenia Armen Sarkissian mengumumkan pengunduran dirinya dengan alasan ketidakmampuan pemerintahnya untuk mempengaruhi kebijakan selama masa krisis nasional.

Sarkissian, Presiden sejak 2018, berada di pusat krisis politik domestik yang meletus tahun lalu setelah perang antara Armenia dan rival lama Azerbaijan untuk menguasai wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Dia juga terlibat dalam perselisihan dengan Perdana Menteri Nikol Pashinyan tahun lalu atas sejumlah masalah.

Salah satunya adalah pemecatan kepala angkatan bersenjata setelah perang yang mengakibatkan protes yang membawa ribuan orang turun ke jalan-jalan di negara Kaukasus itu.

“Ini bukan keputusan yang didorong secara emosional dan ini berasal dari logika tertentu,” kata Sarkissian kemarin dalam sebuah pernyataan di situs resminya seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (24/1/2022).

"Presiden tidak memiliki alat yang diperlukan untuk mempengaruhi proses penting kebijakan luar negeri dan dalam negeri di masa-masa sulit bagi rakyat dan negara," katanya.

Dia berharap pada akhirnya perubahan konstitusi dapat dilaksanakan dan presiden serta pemerintahan presiden berikutnya dapat beroperasi dalam lingkungan yang lebih seimbang.

Setelah referendum pada bulan Desember 2015, Armenia menjadi republik parlementer dan kekuasaan presiden dikurangi secara signifikan. Artinya, peran perdana menteri dipandang lebih kuat.

Armenia menyetujui gencatan senjata dengan Azerbaijan November lalu di perbatasan mereka, setelah Rusia mendesak mereka untuk mundur dari konfrontasi menyusul bentrokan paling mematikan sejak perang enam minggu pada tahun 2020 ketika Moskow juga menengahi kesepakatan damai untuk mengakhiri permusuhan.

Pada saat itu, Sarkissian mengkritik fakta bahwa dia tidak diikutsertakan dalam negosiasi.

Perdana Menteri Pashinyan sejak itu berada di bawah tekanan. Protes jalanan reguler menuntut dia mundur karena persyaratan perjanjian damai.

Di bawah kesepakatan 2020 yang ditengahi oleh Rusia, Azerbaijan mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang telah hilang selama perang di awal 1990-an.

Armenia memisahkan diri dari Uni Soviet pada tahun 1991 tetapi tetap bergantung pada Rusia untuk bantuan dan investasi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

armenia
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top