Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketua Komisi B DPRD DKI: Pemindahan Ibu Kota Negara Belum Urgen, Kenapa?

Pemindahan Ibu Kota memakan biaya yang tidak sedikit dari APBN tahun anggaran 2022, yakni lebih dari Rp413 triliun. 
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  20:29 WIB
Konsep Ibu Kota Negara. - Antara
Konsep Ibu Kota Negara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Komisi B DPRD DKI fraksi PKS Abdul Aziz menilai keputusan pemerintah pusat dalam memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara belum sangat diperlukan saat ini. 

Menurutnya, pemerintah pusat seharusnya fokus terhadap masalah kemiskinan yang meningkat dan mengamplifikasi kontribusi masyarakat hingga menjadi motor yang tangguh dalam menggerakkan kembali perekonomian. 

"Masyarakat lagi susah. Apalagi saat pandemi kemiskinan meningkat. Jadi, saya kira urgensinya belum ada untuk membuat Ibu Kota," kata Aziz kepada wartawan di DPRD Jakarta, Senin (24/1/2022). 

Selain itu, pemindahan tersebut memakan biaya yang tidak sedikit dari APBN tahun anggaran 2022, yakni lebih dari Rp413 triliun. 

Biaya tersebut  bersumber dari skema pembiayaan utama berasal dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), investasi swasta, BUMN, dan BUMD, dan APBN. 

Dari skema KPBU dianggarkan senilai Rp252,5 triliun (54,2 persen), investasi swasta, BUMN, dan BUMD Rp123,2 triliun (26,4 persen), dan APBN senilai Rp88 triliun (19,4 persen). 

Pada Senin (17/1/2022), dalam situs resmi ikn.go.id sempat tertulis bahwa 53,5 persen biaya pembangunan ibu kota baru berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), sisanya gabungan dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), BUMN, serta swasta. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah sudah menyepakati penggunaan istilah Nusantara sebagai nama Ibu Kota negara yang baru. Istilah yang kerap digunakan hingga saat ini adalah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Baru IKN
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top