Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Politik 'Ndablek' Ganjar Pranowo

Politik 'ndableg' sepertinya menjadi pilihan Ganjar Pranowo untuk melawan berbagai serangan yang muncul dari internal PDI Perjuangan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  05:00 WIB
Ganjar Pranowo dengan latar belakang bendera PDI Perjuangan, - Ilustrasi
Ganjar Pranowo dengan latar belakang bendera PDI Perjuangan, - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo cukup giat blusukan ke berbagai daerah di Jawa Tengah (Jateng). Entah disengaja atau memang sudah menjadi agenda rutin dari orang nomor 1 di Jateng itu, gerak-gerik Ganjar belakangan ini memang menarik perhatian.

Maklum, Ganjar adalah salah satu tokoh politik yang kariernya sedang moncer. Dia kader PDI Perjuangan (PDIP) yang sudah dua periode memimpin Jawa Tengah. Selain itu, Ganjar juga salah satu tokoh yang digadang-gadang berpeluang maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Hampir semua lembaga survei selalu menempatkanya di peringkat kedua tokoh dengan elektabilitas paling tinggi. Dalam beberapa kasus, namanya bahkan mengungguli, Prabowo Subianto. Calon presiden (Capres) veteran yang kalah dalam beberapa kali kontestasi politik.

Sayangnya, popularitas Ganjar rupanya tidak berbanding lurus dengan dukungan politik. Elektabilitasnya yang selangit belum mampu mengetuk hati para elite PDIP untuk mengusungnya maju ke kursi RI 1.

Sebaliknya, langkah Ganjar justru sering diganjal oleh internal partai berlambang banteng gemuk tersebut. Konflik-konflik kecil yang melibatkan Ganjar dan elite PDIP Jateng juga sering terjadi belakangan ini.

Salah satu insiden paling mencolok terjadi pada tahun lalu. Saat itu, Ganjar yang masih kader PDIP, tak diundang Puan Maharani dalam pengarahan di Panti Marhaen Semarang. Nama Ganjar juga jarang dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi partai.

(Ganjar Pranowo di rumah kader PDIP Temanggung./sumber foto: instagram Ganjar Pranowo).

Ada analisis bahwa Ganjar sengaja 'dipinggirkan' karena PDIP ingin mendorong trah Sukarno (Puan Maharani) dalam kontestasi Pilpres 2024.

Tetapi ada juga yang membaca sebaliknya. Ontran-ontran Ganjar dengan elite partai banteng di Jateng kabarnya hanya skenario PDIP untuk menyongsong Pemilu 2024.

Soal analisis mana yang benar, wallahualam. Hal itu bukanlah substansi yang paling penting. Sebab, ada atau tidaknya hipotesis-hipotesis tersebut, faktanya Ganjar tidak tinggal diam. Ganjar melawan, meskipun tidak frontal.

Ganjar sepertinya sedang mempraktikan sebuah perlawanan tertutup atau hidden transcript dalam bahasa antropolog politik asal Amerika Serikat James C Scott, untuk melawan elit-elit politik PDIP di Jawa Tengah. 

Pola perlawanan ini memang lazim digunakan oleh para politisi, khususnya yang berlatarbelakang Jawa. Perlawanan simbolis, tidak terang-terangan, tetapi perilakunya cukup mengganggu dan membuat gaduh para penguasa atau elite-elite yang sedang berkuasa.

Salah satu insiden terbaru terjadi ketika Ganjar mengunjungi rumah kader PDIP di Temanggung, Jawa Tengah. Ganjar datang ke rumah kader itu lengkap dengan tim medianya. Semua sudut rumah diekspose, atribut PDIP juga ditampilkan secara jelas dalam video tersebut.

Tim Ganjar kemudian mengunggah video kondisi rumah kader PDIP ke kanal YouTube pribadi Ganjar Pranowo.

Ganjar, lewat video itu seolah sedang menampilkan ironi, menelanjangi sekaligus menunjuk hidung elit-alit PDIP di Jateng. Ini lho... ada kader yang punya rumah kurang layak di Jateng yang katanya sebagai kandang Banteng! 

Video Ganjar dan rumah kader PDIP yang dianggap ‘tidak layak huni’ itu kemudian viral di media sosial. Warganet banyak yang memuji Ganjar, tetapi tak sedikit pula yang menghujat elit PDIP Jateng.

Meskipun belakangan, kader yang mendapat bantuan tersebut marah dan mengembalikannya ke Ganjar Pranowo. Alasannya, dia merasa tersinggung, 'kemiskinannya' menjadi alat atau komoditas politik pencitraan Ganjar Pranowo. 

Namun demikian, penolakan-penolakan itu tak menghentikan langkah Ganjar untuk 'menguliti' PDIP Jateng. Ganjar tetap ndablek, sama ketika dia disindir Puan sebagai pemimpin yang gemar bermain di media sosial.

Ndablek dalam bahasa Jawa identik dengan sikap keras kepala alias bandel tidak menuruti perkataan orang yang menyampaikan pendapat atau menasihati.

Ganjar justru semakin sering blusukan, main medsos, dan menemui kader-kader PDIP yang tak pernah dijamah oleh tangan-tangan elite partai yang berkuasa.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip ganjar pranowo Pilpres 2024
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top