Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masuknya Perempuan di Kepengurusan PBNU Jadi Perhatian Puan Maharani

Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi terobosan yang dilakukan Ketum PBNU karena mengakomodasi keterwakilan perempuan dalam kepengurusan.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  07:24 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menandatangani Ikrar Kesetiaan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Jumat (1/10 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden
Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menandatangani Ikrar Kesetiaan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Jumat (1/10 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Masuknya perempuan dalam kepengurusan PBNU periode 2022-2027 menjadi perhatian berbagai kalangan. Salah satunya adalah Puan Maharani.

Ketua DPR RI tersebut mengapresiasi terobosan yang dilakukan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

"Alhamdulillah, terima kasih Kiai Miftachul Akhyar dan Kiai Yahya Cholil Staquf yang telah mengakomodir perempuan dalam kepengurusan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) pada periode 2022-2027," tulisnya melalui akun Twitter, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, terobosan yang dilakukan itu merupakan wujud nyata keberpihakan PBNU dalam upaya memberikan ruang bagi perempuan untuk turut memajukan kehidupan bangsa dan negara.

"Saya sangat mengapresiasi semakin besarnya ruang bagi perempuan, sehingga ini semakin memberikan warna untuk terus memberi manfaat keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan," terangnya.

"Ini adalah terobosan yang sangat membanggakan, khususnya bagi kaum perempuan Indonesia. Semoga seluruh elemen bangsa mempunyai semangat yang sama untuk memperjuangkan emansipasi perempuan dalam berbagai bidang yang mampu memajukan bangsa dan negara," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, perempuan masuk dalam komposisi kepengurusan NU periode 2022-2027.

"Pertama kali ini perempuan diakomodasi dalam susunan pengurus harian NU setelah 96 tahun dalam hitungan masehi NU berjalan," kata Gus Yahya dikutip dari NU Online.

Dikatakannya, langkah terobosan itu dilakukan karena memang di dalam keorganisasian tidak ada larangan. Oleh karena itu kepengurusan perempuan dalam tubuh NU hanya soal waktu.

"Soal pengurus perempuan dalam struktur NU hanya soal waktu. Sebelumnya tidak ada larangan juga pengurus perempuan dalam NU," tandasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PBNU
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top