Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemilihan Bacalon Ketum PBNU, Gus Yahya Ungguli Said Aqil

Gus Yahya mengungguli Said Aqil Siradj adalam pemilihan bakal calon Ketua Umum PBNU.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  08:09 WIB
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf melambaikan tangan sebelum mengikuti proses pelantikan sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf melambaikan tangan sebelum mengikuti proses pelantikan sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, LAMPUNG--KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendapatkan suara paling banyak pada tahap penjaringan bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ada lima nama bakal calon Ketua Umum PBNU yang masuk dalam proses penjaringan tersebut. Nama-nama tersebut yaitu KH. Yahya Cholil Staquf, KH. Said Aqil Siradj, KH. As'ad Said Ali, KH. Marzuki Mustamar dan Ramadhan Buayo.

Berdasarkan pantauan Bisnis di lokasi Muktamar NU ke-34, pria yang akrab disapa Gus Yahya itu meraih suara terbanyak yaitu 327 suara, sementara KH Said Aqil Siradj berada di posisi kedua dengan perolehan suara sebanyak 205 suara.

Kemudian nomor urut ketiga adalah KH. As'ad Said Ali sekitar 17 suara, KH. Marzuki Mustamar 2 suara dan Ramadhan Buayo 1 suara, satu suara abstein dan satu suara batal.

Dari total 558 muktamirin yang menggunakan hak suara pada pemilihan bakal calon Ketua Umum PBNU tersebut, hanya ada 552 suara yang masuk, sementara enam suara hilang.

Berdasarkan ketentuan AD/ART PBNU, dua orang kandidat yang meraih suara terbanyak yaitu KH Said Aqil Siradj dan Gus Yahya bisa melanjutkan ke proses berikutnya yaitu pemilihan calon Ketua Umum PBNU.

Saat ini, proses pemungutan suara putaran kedua masih berlangsung di Universitas Lampung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbnu nahdlatul ulama said aqil siroj
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top