Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Baru Muncul, Jutaan Warga Xi’an China Jalani Test Covid-19

China sekarang memerangi wabah lokal di beberapa kota, termasuk pusat industri utama di bagian timur dan selatan negara itu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  14:39 WIB
Pejalan kaki melewati kantor pusat Alibaba Group Holding Ltd. di Hangzhou, China, Sabtu (8/5/2021). - Bloomberg/Qilai Shen
Pejalan kaki melewati kantor pusat Alibaba Group Holding Ltd. di Hangzhou, China, Sabtu (8/5/2021). - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA--Kota Xi'an di China mulai menguji jutaan penduduk untuk virus Corona hari ini setelah otoritas mendeteksi 42 kasus baru. Kasus baru itu menimbulkan kekhawatiran akan penularan yang lebih luas seiring kian maraknya varian Omicron.

China sekarang memerangi wabah lokal di beberapa kota, termasuk pusat industri utama di bagian timur dan selatan negara itu.

Pihak berwenang bermaksud untuk memadamkan gejolak wabah menjelang periode penting yang akan membuat ibu kota Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada bulan Februari. Sedangkan potensi  lonjakan perjalanan lintas negara selama Tahun Baru Imlek juga tinggi.

Di sejumlah tempat terlihat warga mengantre untuk tes Covid-19 di lokasi pengujian di Xi'an, Provinsi Shaanxi, China.

Xi'an, kota bersejarah di barat laut berpenduduk sekitar 13 juta orang, juga telah menutup sekolah dan tempat rekreasi dalam ruangan besar sambil mendorong penduduk untuk menghindari keluar dan berkumpul dalam kelompok besar, menurut pemberitahuan pemerintah setempat seperti dikutip TheGuardian.com, Selasa (21/12).

Museum yang menampung Tentara Terakota yang terkenal di dunia, makam kaisar pertama China berusia 2.000 tahun, menyatakan dalam sebuah pernyataan online bahwa museum itu telah ditutup mulai sejak Minggu. Hal itu dilakukan  "sesuai dengan kebutuhan pekerjaan pencegahan epidemi", tanpa memberikan tanggal pembukaan kembali.

Strategi nol-Covid di China terancam terganggu karena China Daratan melaporkan kasus pertama varian Omicron yang sangat disebut menular di kota utara Tianjin pekan lalu.

Kasus Omicron terdeteksi pada 9 Desember lalu dari orang yang kembali setelah perjalanan luar negeri, yang tidak menunjukkan gejala pada saat kedatangan.

Menurut ahli, jika tidak dikendalikan dengan benar, varian itu dapat mengubah strategi Beijing untuk sepenuhnya menahan pandemi. 

Sejak tahun lalu, China menggunakan metode ini sebagai jaminan warganya hidup bebas virus.

Meski begitu, aksi ini juga dikritik beberapa profesional medis, yang mengusulkan alternatif hidup berdampingan dengan virus dengan tingkat vaksinasi yang memadai.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Virus Corona
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top