Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menlu: Indonesia akan Tambah 1.000 Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Rencanan penambahan personel pasukan perdamaian PBB merupakan komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  16:28 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kanan) dalam pertemuan dengan Wakil Sekjen PBB untuk Misi Pasukan Perdamaian Jean-Pierre Lacroix (kedua kiri), di sela-sela debat pertama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, di markas PBB, New York, Selasa (22/1/2019) waktu setempat. - Istimewa
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kanan) dalam pertemuan dengan Wakil Sekjen PBB untuk Misi Pasukan Perdamaian Jean-Pierre Lacroix (kedua kiri), di sela-sela debat pertama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, di markas PBB, New York, Selasa (22/1/2019) waktu setempat. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia menyampaikan komitmen penambahan sekitar 1.000 personel dan penguatan kapasitas penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa komitmen ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia guna mendukung penguatan Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB.

“Komitmen memajukan pelatihan dan peningkatan kapasitas para peacekeepers mutlak diperlukan guna mendukung mandat Misi dan memastikan keselamatan mereka,” ujarnya dalam pertemuan virtual 4th UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) dikutip dari laman Setkab, Rabu (8/12/2021).

Secara khusus, Menlu menyampaikan bahwa pelatihan dan peningkatan kapasitas diperlukan untuk mendukung peacekeepers yang seringkali bertugas di situasi yang berbahaya.

Untuk itu, dia menekankan dua hal penting yang perlu dilakukan untuk mendukung pelatihan dan peningkatan kapasitas para penjaga perdamaian tersebut.

Pertama, katanya, pelatihan dan peningkatan kapasitas harus sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Di masa pandemi seperti saat ini, peacekeepers kita mendapat tugas tambahan. Mereka harus dapat mendukung negara tempat Misi untuk penanganan pandemi. Di sinilah pengetahuan mengenai kesehatan komunitas menjadi hal yang penting,” ujarnya.

Kedua, Menlu menekankan pentingnya investasi seluruh negara bagi kemitraan yang inovatif.

Menurutnya, Triangular Partnership Project (TPP) yang akan berlangsung di Indonesia pada tahun 2022 merupakan salah satu wujud sumbangsih Indonesia dalam mendukung inovasi kemitraan.

“Penguatan kemitraan yang inovatif ini juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas peacekeepers perempuan, khususnya dalam perlindungan warga sipil,” ujar Retno.

Adapun, UNPM merupakan pertemuan internasional terbesar yang membahas berbagai isu Misi Perdamaian PBB.

Pertemuan ini didahului dengan empat pertemuan persiapan dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang memimpin pertemuan pendahuluan dengan tema “Partnership, Training, and Capacity Building”.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb retno marsudi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top