Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hoaks Covid-19 Masih Tinggi, Kemenkominfo Minta Masyarakat Waspada

Secara keseluruhan, di minggu ini terdapat total 13 pertambahan isu di 82 unggahan hoaks Covid-19, vaksinasi Covid-19, serta PPKM.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 26 November 2021  |  10:38 WIB
Poster Bersama Lawan Corona
Poster Bersama Lawan Corona

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan persebaran hoaks saat ini masih mengkhawatirkan. Hoaks dan disinformasi masih ditemukan di beragam media sosial, terutama soal Covid-19.

Kemenkominfo sejak Januari 202, hingga 25 November 2021 telah mengindentifikasi beragam hoaks dan disinformasi. Dilansir dari laman resminya, berikut ini daftar hoaks yang ditemukan?

  1. Hoaks tentang Covid-19, telah ditemukan sebanyak 1.999 isu hoaks pada 5.162 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform facebook sejumlah 4.463 unggahan.  Kini pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5031 unggahan hoaks Covid-19 dan 131 unggahan lainnya sedang dalam proses tindak lanjut.
  2. Hoaks tentang vaksinasi Covid-19, telah ditemukan sebanyak 395 isu hoaks vaksinasi Covid-19 pada 2.449 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform facebook sejumlah 2.257 unggahan. Kini pemutusan akses telah dilakukan terhadap 2.449 unggahan hoaks vaksinasi Covid-19,,
  3. Hoaks tentang PPKM, telah ditemukan sebanyak 48 isu pada 1.194 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada platform facebook sejumlah 1.176 unggahan. Pemutusan akses dilakukan terhadap 1.038 unggahan dan 156 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti.

Jika dibandingkan dengan minggu lalu, maka di minggu ini pertambahan isu hoaks dan sebaran konten hoaks di sosial media tidak melebihi angka di minggu yang lalu.

  1. Isu hoaks Covid-19, di minggu ini terdapat penambahan sejumlah 8 isu dan 31 unggahan hoaks. Pada minggu sebelumnya, pertambahan isu hoaks Covid-19 adalah sebanyak 8 isu dan 32 unggahan hoaks.
  2. Isu hoaks vaksinasi Covid-19, di minggu ini terdapat penambahan sejumlah 5 isu dan 24 unggahan hoaks. Pada minggu sebelumnya, pertambahan isu hoaks vaksinasi Covid-19 adalah sebanyak 8 isu dan 27 unggahan hoaks.
  3. Isu hoaks PPKM,di minggu ini tidak terdapat pertambahan isu hoaks PPKM, tetapi terdapat pertambahan unggahan sebanyak 27 unggahan hoaks. Pada minggu sebelumnya, juga tidak ada pertambahan isu hoaks PPKM, dan terdapat pertambahan konten sebanyak 27 unggahan hoaks.

Secara keseluruhan, di minggu ini terdapat total 13 pertambahan isu di 82 unggahan hoaks Covid-19, vaksinasi Covid-19, serta PPKM. Sebaliknya, pada minggu lalu, terdapat total 16 pertambahan isu di 86 unggahan hoaks.

Dari sejumlah 16 isu hoaks seputar Covid selama seminggu terakhir, berikut adalah beberapa contoh hoaks yang cukup menyita perhatian:

  1. Hoaks pada tanggal 18 November 2021 mengenai CEO Pfizer ditangkap FBI karena penipuan dan pemalsuan data vaksin.
  2. Hoaks pada tanggal 19 November 2021 tentang Aliansi Dokter Dunia menyatakan bahwa varian delta (India) tidak ada.
  3. Disinformasi pada tanggal 20 November 2021 yang menyatakan bahwa anggota parlemen Austria meninggal dunia karena vaksin Covid-19.
  4. Disinformasi pada tanggal 22 November 2021 mengenai klaim Pfizer digunakan untuk melacak manusia di seluruh dunia.
  5. Hoaks pada tanggal 24 November 2021 mengenai detoks mandi dengan ramuan soda kue, garam epsom, boraks, dan tanah liat bentonit dapat menghilangkan kandungan vaksin Covid-19.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangan


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo vaksinasi hoax Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru PPKM
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top